Natal Perangkat Pelayan GPM Rehoboth: Melangkah Bersama Allah Menuju Tahun Pelayanan Baru
REHOBOTH – Perayaan Natal Perangkat Pelayan Jemaat GPM Rehoboth berlangsung dengan penuh khidmat di Gereja Rehoboth, Senin (29/12/2025). Ibadah Natal dipimpin oleh Pendeta V. Untailawan, dengan pembacaan Alkitab dari Matius 2:13-15 tentang Penyingkiran ke Mesir.
Dalam khotbah Natal, Pendeta Untailawan mengajak seluruh majelis jemaat dan perangkat pelayan untuk merefleksikan perjalanan pelayanan sepanjang tahun 2025 sekaligus meneguhkan komitmen melangkah memasuki tahun pelayanan yang baru bersama Allah.
Ia menyampaikan bahwa sudah setahun majelis jemaat yang ditahbiskan pada Minggu kedua Januari serta perangkat pelayan yang dilantik pada bulan April berjalan bersama dalam satu panggilan pelayanan. Natal,
Menurutnya, menjadi pengingat bahwa kelahiran Kristus telah membawa damai sejahtera bagi manusia dan dunia. Namun, menghadirkan damai sejahtera itu sendiri tidak lepas dari tantangan, kesulitan, dan berbagai persoalan, baik yang datang dari dalam diri maupun dari luar.
“Tuhan memakai orang-orang yang dipilih-Nya untuk menghadirkan tanda damai sejahtera. Dalam setiap tantangan, Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka,” ungkap Pendeta Untailawan.
Ia menegaskan bahwa Allah tidak memilih berdasarkan latar belakang sosial, budaya, pendidikan, maupun status ekonomi. Siapa pun dapat dipanggil dan dipilih untuk menjadi alat-Nya menghadirkan damai sejahtera bagi semua orang. Hal ini, katanya, tampak jelas dalam kisah Yusuf dan Maria, dua pribadi sederhana dari Nazaret di Galilea yang dipilih Allah menjadi kawan sekerja-Nya dalam menghadirkan keselamatan melalui kelahiran Yesus Kristus.
“Yusuf hanyalah seorang tukang kayu biasa dan Maria seorang perempuan muda dari kalangan sederhana. Namun Allah berkenan memilih mereka. Ini menunjukkan bahwa panggilan Tuhan tidak dibatasi oleh latar belakang apa pun,” jelasnya.
Pendeta Vecky juga mengajak para perangkat pelayan GPM Rehoboth untuk meneladani sikap penyerahan diri Maria yang berkata, “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataan-Mu,” sebagai wujud kesiapan menerima panggilan Allah, meskipun merasa tidak layak. Demikian pula Yusuf, yang pada awalnya diliputi keraguan, namun akhirnya diyakinkan Allah untuk menyambut tanggung jawab besar sebagai kawan sekerja-Nya.
Menurutnya, panggilan menjadi perangkat pelayan adalah panggilan untuk mempercayakan diri sepenuhnya kepada tangan Tuhan, meskipun ada keterbatasan dan tantangan dalam pelayanan. Panggilan ini menuntut kesetiaan, ketaatan, pengorbanan diri, serta kerendahan hati untuk melayani umat.

Ia mengingatkan bahwa dalam kisah Natal, Maria dan Yusuf pun harus menghadapi ancaman nyata terhadap kehidupan bayi Yesus akibat ketakutan Raja Herodes. Namun di tengah ancaman itu, Allah tetap menyertai dan memelihara mereka. “Ini menegaskan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan orang-orang yang dipilih-Nya untuk menjadi kawan sekerja,” ujarnya.
Perayaan Natal Perangkat Pelayan ini, lanjut Pendeta Vecky, menjadi ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun pelayanan 2025 sekaligus menjadi bekal iman untuk melangkah memasuki tahun pelayanan 2026 yang ada di dalam tangan Tuhan.
“Tahun yang akan datang adalah rahasia Allah. Dialah yang berkuasa atas waktu dan mengatur segala sesuatu. Kita dipanggil untuk tetap setia melayani, karena Allah yang mengutus, Ia juga yang akan terus menyertai,” pungkasnya.
Ibadah Natal Perangkat Pelayan Jemaat GPM Rehoboth semakin bermakna dengan persembahan pujian dari Vokal Grup, Paduan Suara Dewasa Campuran, serta Paduan Suara Perempuan Jemaat, yang menambah suasana syukur dan pengharapan dalam menyongsong tahun pelayanan yang baru.
Dalam pesan dan kesan Natal, Pendeta Lily Picanussa menegaskan bahwa tema “Natal Menghadirkan Damai Sejahtera Bagi Semua Orang” mengandung makna bahwa damai sejahtera tidak bersifat individual, melainkan holistik dan harus dibagikan sebagai tanda nyata kehadiran kasih Allah.

Menurutnya, semangat itu telah diwujudkan oleh perangkat pelayan sepanjang tahun 2025 melalui kebersamaan, pembagian tugas, dan tanggung jawab pelayanan.
“Bersyukur bukan karena kita mampu melakukannya, tetapi semata-mata karena kasih Tuhan. Apa yang dicapai sepanjang tahun pelayanan bukan karena kekuatan manusia, melainkan karena komitmen, kerendahan hati, dan kasih Tuhan yang nyata bagi kita,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas topangan keluarga bagi para perangkat pelayan, serta kebersamaan seluruh warga jemaat yang terus bergandengan tangan dalam pelayanan.
Apresiasi turut disampaikan kepada seluruh perangkat pelayan, termasuk PHBG, tim-tim pelayanan, pelayan liturgi, pengurus wadah pelayanan, sekuriti, kolstor, para pendeta, Majelis Pekerja Klasis GPM Pulau Ambon, MPH Sinode, serta TNI-Polri sebagai mitra di tengah kehidupan jemaat.
Menutup pesan Natalnya, Pendeta Lily menyampaikan ucapan Selamat Natal kepada seluruh jemaat, disertai harapan agar semangat melayani terus bertumbuh dan berbuah dalam tahun pelayanan 2026, sebagai wujud kesetiaan berjalan bersama Allah. (MCR)
