Berita

57 Keluarga Terima Bantuan Pelayanan Kasih Jelang HUT ke-121 GPM Rehoboth, Bukti Kasih Nyata di Tengah Pergumulan Umat

REHOBOTH – Di bawah langit Ambon yang muram, saat hujan membasahi setiap sudut kota, langkah-langkah sederhana bergerak perlahan menuju Gereja Rehoboth. Mereka yang hidup dalam keterbatasan, membawa harap dan doa yang tulus, mencari penghiburan di tengah derasnya tantangan hidup.

Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi (PHBG) Jemaat GPM Rehoboth, di dampinggi hamba Tuhan, Pdt Evert Tamtelahitu, melangkah dalam pelayanan kasih, bukan hanya memberi, tetapi hadir menyapa, mengulurkan tangan kepada 57 keluarga.

Di balik setiap pintu yang diketuk, ada kisah kehidupan yang menunggu disentuh kasih kepada mereka, yang mungkin terlupakan. Gereja datang membawa secercah terang di tengah tantangan pergumulan. Tak sekadar membagi natura, tetapi menghadirkan kehangatan diagonal, menyatakan bahwa Gereja bukan sekedar Gedung megah, tetapi hati yang peduli, tangan yang mengangkat yang lemah.

“Kami berkeinginan, bantuan sebagai wujud pelayanan kasih untuk jemaat, dilakukan dari rumah ke rumah. Maksudnya kami bersama para hamba Tuhan, para Pendeta untuk melayani buka sekedar memberikan pelayanan kasih, tetapi juga melakukan pelayanan terhadap umat yang memiliki kebutuhan khusus,”ujar Ketua PHBG Jemaat GPM Rehoboth, Julianus Latuperissa, usai penyerahan bantuan kasih di Gereja Rehoboth, Senin (07/07/2025).

Warga Jemaat Sementara Menunggu Giliran Untuk Menerima Bantuan Pelayanan Kasih, Yang Berlangsung Di Dalam Gereja Rehoboth.Dikatakan, bingkisan sederhana, bagi yang keluarga tidak mampu (miskin), janda, duda, yatim piatu, merupakan uluran kasih dari sesama, menanti sapaan Tuhan melalui tangan Gereja. Pelayanan ini hanyalah awal dari perjalanan panjang, satu keluarga, satu unit, satu jiwa yang disentuh.

“Di tahun ini, harapan kami baru melayani masing-masing 1 Keluarga pada 57 unit di dalam jemaat Rehoboth. Kedepan kami upayakan akan lebih banyak yang tersentuh, kegiatan ini,”ucapnya.

Ia berharap, melalui pelayanan kasih ini, dapat meningkatkan umat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Dengan mengikuti ibadah, baik itu ibadah Wadah Pelayanan Laki-Laki, Wadah Pelayanan Perempuan, Unit, Sektor, maupun Ibadah minggu, dan semua bentuk ibadah yang dilakukan.

Ditempat yang sama, Pdt Evert Tamtelahitu mengutarakan, pelayanan kasih menyongsong HUT ke-121Jemaat GPM Rehoboth, Dengan tema “Bertumbuh dalam Iman dan Berbuah bagi Kehidupan Bersama,” (Kol. 2:6-7; Mzm. 133:1-3), membuktikan Gereja hadir bukan sekadar dalam liturgi, tetapi dalam denyut kehidupan umat yang sederhana.

Pelayanan kasih ini bukan sekadar momen tahunan, melainkan panggilan gereja yang rutin dijalankan, agar jemaat yang lemah tetap kuat dalam iman, di tengah krisis yang melanda. Gereja hadir, bukan hanya dengan kata, tetapi dengan tindakan nyata yang menguatkan jiwa.

 

“Sebagai gereja, kita tidak bisa menutup mata terhadap realitas kehidupan jemaat. Dalam situasi ekonomi yang semakin sulit, baik di Maluku maupun secara nasional, gereja terpanggil untuk hadir dan mengambil peran nyata dalam membantu umat,” jelasnya.

Ia berharap setiap bantuan yang diberikan, membawa Jemaat lebih dekat pada Tuhan, melalui doa yang tekun dan ibadah yang setia, seraya menanti pelayanan berikutnya yang terus akan menyapa.

“Harapan kami, warga Jemaat yang menerima bantuan ini semakin merasakan kasih Tuhan yang nyata dalam kehidupan mereka. Sehingga terus bertekun dalam iman dan rajin mengikuti ibadah serta pelayanan di gereja,”harapnya.

Tak hanya kegiatan ini, Pdt Evert memastikan, beberapa program juga masih akan dilaksanakan setelah perayaan HUT Jemaat pada 10 Juli mendatang, sebagai bagian dari komitmen Gereja dalam merawat dan membina kehidupan jemaat secara holistik. (TMC)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *