Berita

Menanam Harapan di Tanah Sekma: Koinonia Laki-Laki Sion Rehoboth Hadirkan Pelayanan Yang Membumi

REHOBOTH – Dengan hati yang terbuka dan tangan yang bekerja, Wadah Pelayanan Laki-Laki Sektor Sion Jemaat GPM Rehoboth menapaki perjalanan penuh makna ke Jemaat GPM Sekma, Klasis Taniwel, Seram Bagian Barat. Dalam semangat pelayanan yang melampaui batas geografis, sebanyak 80 anggota mengikuti Koinonia pada 25–27 Juli 2025, menabur kasih dan menuai harapan dalam wujud nyata.

Di tengah bentangan alam Sekma yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk kota, Koinonia ini tidak sekadar menjadi agenda rutin gerejawi, melainkan sebuah momentum kebangkitan spiritual dan solidaritas sosial-ekologis. Di ladang Tuhan yang nyata, pelayanan meluas dari altar ke ladang, dari liturgi ke plesteran dinding Gereja, dari nyanyian pujian ke bibit buah yang ditanam di kebun jemaat.

“Koinonia ini menjadi bagian dari pelayanan yang utuh, menyeluruh, dan membumi. Kami hadir bukan hanya untuk bersekutu, tapi juga untuk merasakan denyut kehidupan warga Jemaat di Sekma, serta berpartisipasi aktif dalam membangun kebersamaan,” tutur Ari Sahertian, Ketua Wadah Pelayanan Laki-Kaki Sektor Sion.

Menurutnya, yang juga anggota legislatif di Baileo Rakyat Karang Panjang, Ambon, pelayanan kali ini tak hanya berhenti pada ibadah, melainkan menyentuh langsung pembangunan fisik Gereja Bethel dan penguatan kemandirian jemaat melalui pengembangan kebun Jemaat.

“Penanaman bibit mangga, durian, dan rambutan bukan sekadar simbol. Ini tentang menanam harapan. Pelayanan sejati itu menyentuh tanah dan akar, memberi kehidupan yang terus bertumbuh,” imbuhnya.

Ia menekankan, Koinonia menjadi jembatan kasih yang mempertemukan jemaat dari dua wilayah berbeda dalam semangat Kristus yang menyatukan dan menghidupkan. “Kami datang bukan hanya untuk memberi, tapi juga untuk belajar dan diperkaya,” ucap Sahertian.

Mewakili Ketua Majelis Jemaat GPM Rehoboth, Pendeta Roby Hatalaibessy menyatakan rasa syukurnya atas keterlibatan nyata dari Wadah Pelayanan Laki-Laki Sion. Baginya, pelayanan yang berdampak adalah pelayanan yang menjawab kebutuhan konkret.

“Bukan soal kita datang dan bersekutu saja, tapi apa yang kita tinggalkan untuk jemaat di sini,” tegasnya.

Ia menyebutkan, keterlibatan anggota Wadah Laki-Laki Sion dalam membantu proses plesteran gereja, serta pemberian bantuan bibit pohon buah, menunjukkan bahwa spiritualitas gereja harus bersentuhan langsung dengan kehidupan sosial dan kebutuhan umat.

“Segala hal tentu belum sempurna, tetapi dari kekurangan kita belajar. Semoga kegiatan ini menjadi lebih baik dan berdampak luas ke depannya,” harapnya.

Ditempat yang sama, Pdt. J.N. Manuhuttu, Ketua Majelis Jemaat Sekma, menyebut kegiatan ini sangat strategis, karena selaras dengan arah pelayanan Sinode GPM lima tahun terakhir, yakni Gerakan Keluarga Menanam, Melaut, dan Memasarkan (GKM).

“Rehoboth tak hanya datang dengan wacana, tapi membawa aksi nyata. Ikut membantu pembangunan fisik Gereja, serta menanam anakan pohon di kebun jemaat,” ujarnya.

Pdt. Manuhuttu menambahkan bahwa kolaborasi seperti ini perlu diperluas hingga ke pasar kota. Ia berharap Jemaat Rehoboth bisa menjadi penghubung bagi hasil bumi dari jemaat desa seperti Sekma ke Ambon, agar potensi jemaat dapat dipasarkan dan menopang pelayanan jangka panjang GPM.

“Kita butuh ruang pemasaran. Jemaat di kota, terkhususnya Jemaat Rehoboth bisa membantu memfasilitasi pemasaran hasil pertanian jemaat desa. Di sinilah Gereja bukan hanya bicara iman, tapi juga bicara ekonomi umat,”tegasnya.

Semangat yang dibawa rombongan dari Rehoboth juga membakar semangat laki-laki Gereja di Sekma. Demianus Silewe, Ketua Wadah Pelayanan Laki-Laki Sektor Bethel 1 Jemaat Sekma, menyampaikan terima kasih dan rasa haru atas perjumpaan itu.

“Kehadiran basudara dari Sektor Sion Jemaat Rehoboth sangat memotivasi kami. Ini jadi dorongan untuk membenahi wadah pelayanan kami, dan menatap pelayanan ke depan dengan lebih percaya diri,”katanya.

Ia menilai, kunjungan ini menjadi momen yang menginspirasi laki-laki jemaat Sekma untuk menyadari kembali tanggung jawab mereka dalam pelayanan gereja dan masyarakat.

“Semoga dari Koinonia ini, Katong laki-laki di Sekma bisa terus melangkah maju dalam terang pelayanan,”harapnya.(TMC)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *