Rehoboth Menabur Kasih: Diakonal PMKS Semester II Tahap II Hadir Menguatkan Sesama
REHOBOTH – Suasana hangat dan penuh sukacita menyelimuti Gedung Gereja GPM Rehoboth pada Minggu (10/8/2025), usai pelaksanaan Kebaktian Minggu yang dipimpin Ketua Majelis Jemaat (KMJ), Pdt. W. D. Tuhumena.
Di hadapan jemaat yang hadir, kembali diwujudkan salah satu bentuk pelayanan kasih melalui penyaluran Diakonal PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) kepada 57 penerima yang tersebar di 57 unit pelayanan.
Program ini merupakan bagian dari agenda kerja Seksi PIPK (Pekabaran Injil dan Pelayanan Kasih), khususnya melalui Sub Seksi Pemberdayaan Umat, yang kini memasuki semester II tahap II di bulan Agustus 2025.

Ketua Seksi PIPK, Penatua Jan Tutuboy, menjelaskan bahwa program ini telah berjalan secara konsisten sesuai putusan Sidang Jemaat.
“Jadi tiap bulan berjalan. Bulan Agustus ini kita salurkan sesuai jadwal. Masih tersisa empat tahap lagi untuk bulan September, Oktober, November, dan Desember,” ungkap Penatua Tutuboy di sela penyaluran bantuan, turut disaksikan Pendeta Pendamping, Pdt. Roby Hatalabessy.
Lebih lanjut dijelaskan, pemberian Diakonal didasarkan pada usulan masing-masing unit pelayanan. Setiap unit dapat mengusulkan dua orang penerima, di mana mekanisme penyaluran diatur per semester. Pada semester I (Januari-Juni), bantuan diberikan kepada penerima pertama, sementara semester II (Juli–Desember) disalurkan kepada penerima kedua.
“Itu berlaku bagi bagi semua unit dimana masing masing unit mengusulkan dua orang. untuk mendapat bantuan yg diberikan sepanjang thn dari Januari hingga Desember,” jelasnya.
Menurutnya, pembagian Diakonal setiap bulan ini tidak hanya menjadi rutinitas administratif, tetapi juga bentuk nyata dari persekutuan yang saling menopang di tengah jemaat. “Ini adalah wujud nyata dari kasih Kristus yang bekerja melalui gereja-Nya,” tambah Tutuboy.

Pdt. Roby Hatalabessy dalam kesempatan itu menegaskan bahwa diakonal dalah bagian penting dari panggilan gereja, yang tidak hanya melayani kebutuhan rohani, tetapi juga menjawab pergumulan hidup jemaat yang membutuhkan.
“Bantuan ini memang tidak dapat menjawab semua kebutuhan hidup, tetapi menjadi tanda bahwa gereja hadir bagi jemaat, dan gereja berdiri bukan hanya untuk memberitakan firman, tapi juga untuk mewujudkannya dalam tindakan,” ungkapnya.
Ia berharap, ke depan pelayanan sosial ini terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penerima, seiring komitmen jemaat dalam menopang program ini.
“Kita memberi bukan karena berlebihan, tetapi karena kita mau berbagi. Itulah kasih yang sesungguhnya,” pungkasnya.
Kami juga berharap semua penerima diakonal dapat terlibat dalam berbagai ibadah kecuali yg sakit atau karena usia lanjut tidak bisa ikut dalam ibadah ibadah.
Dengan tersalurnya bantuan kepada 57 penerima di tahap ini, Jemaat GPM Rehoboth meneguhkan peran gereja bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga rumah kasih yang merangkul setiap pribadi dalam suka maupun duka.(TMC)
