AMGPM Tiberias Rehoboth Gagas Diskusi Panel, Menata Organisasi di Tengah Dinamika Pemekaran
REHOBOTH – Dalam upaya memperkuat tata kelola organisasi di tengah dinamika pemekaran jemaat, Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Ranting Tiberias Rehoboth, menggelar Diskusi Panel bertema “Penataan AMGPM dalam Perspektif Pemekaran Jemaat”, berlangsung di lantai 3 Kantor Klasis GPM Pulau Ambon, Senin (18/8/2025).
Diskusi ini bertujuan mengevaluasi dampak pemekaran jemaat terhadap keberlangsungan struktur AMGPM, menganalisis manfaat serta tantangan yang muncul, sekaligus merumuskan arah penataan organisasi agar efektivitas koordinasi pelayanan dan penerapan peraturan dapat berjalan optimal.
Tiga narasumber dihadirkan untuk memperkaya perspektif, yakni Pdt. W. A. Baresaby (Ketua Klasis GPM Pulau Ambon) yang membahas dampak pemekaran jemaat dan penataan AMGPM, Melkianus Sairdekut (Ketua Umum PB AMGPM) yang memaparkan penerapan Peraturan Organisasi AMGPM Nomor 01 tentang Pengembangan dan pembubaran, Jimy Piters, SH, MH (Akademisi Universitas Pattimura) yang memberi tinjauan hukum dan konstitusi tentang keberadaan AMGPM dan Pemekaran.
Sebagai informasi, kegiatan ini lahir dari pergumulan yang terjadi di Ranting Tiberias, yang sebelumnya tergabung dalam Cabang Rehoboth II. Pemekaran Jemaat dua tahun yang lalu membuat dua ranting pada cabang tersebut ikut dimekarkan, sehingga hanya tersisa Ranting Tiberias yg kini berada dalam binaan Pengurus Daerah AMGPM Pulau Ambon. Kondisi tersebut memunculkan adanya kebutuhan penataan ulang kelembagaan.

Ketua Majelis Jemaat GPM Rehoboth, Pdt. W.D. Tuhumena, M.Th, menyatakan bahwa perubahan struktural adalah risiko yang harus diterima sebagai bagian dari pemekaran. Untuk itu, seluruh Angkatan Muda harus siap move on dan segera menyesuaikan diri dengan penataan baru ke depan.
“Jangan lagi bernostalgia pada kondisi lama. Yang penting sekarang diatur baik baik. Harapannya, dari diskusi panel ini melahirkan pikiran yg positif untuk melakukan penataan baru yg nantinya dibawah ke forum resmi AMGPM seperti Komperda,”ujarnya.
Ketua Umum AMGPM Melkianus Sairdekut menyebut, tema diskusi ini relevan dengan realitas yang berkembang di berbagai daerah. Ia menegaskan AMGPM tidak membatasi jumlah ranting atau cabang, namun setiap perubahan harus mengacu pada mekanisme organisasi yang telah diatur.

“Saya hadir bukan untuk membatalkan keputusan yg telah dioutuskan teman-teman, tapi untuk mendengar dan membantu mencari solusi. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan jika kita duduk dan berbicara baik-baik,” ujarnya. Karena itu sebagi Ketum PB AMGPM saya memberi apresiasi bagi pengurus Ranting Tiberias yg menggagas diskusi panel ini.
Dari pihak Pengurus Daerah Pulau Ambon AMGPM bung Bruri Pesolima Ketua 1 AMGPM Daerah Pulau Ambon menegaskan bahwa penataan organisasi dalam konteks pemekaran jemaat harus mengedepankan lima poin: optimalisasi pelayanan, efisiensi organisasi, penguatan kader, peningkatan partisipasi anggota, serta penyelesaian masalah yang muncul.
“Diskusi ini semoga menjadi tonggak baru agar peran Angkatan Muda semakin nyata dalam kepemimpinan organisasi, gereja, dan bangsa,” ujar perwakilan Pengurus Daerah.
Ketua AMGPM Ranting Tiberias, Juelt Mackenzie Latuepeirissa, berharap pemikiran dan rumusan dari panel diskusi ini bisa dibawa ke forum-forum resmi seperti Konfercab atau Konferda AMGPM, agar dapat melahirkan kebijakan organisasi yang lebih sesuai dengan realitas pelayanan Angkatan Muda pasca pemekaran jemaat.
“Kami ingin supaya penataan AMGPM ini menghasilkan keputusan terbaik, agar ke depan tidak ada lagi masalah dalam dinamika pelayanan di ranting dan cabang,” tandasnya.
Diskusi berlangsung hangat dan interaktif, menghasilkan berbagai masukan kritis yang diharapkan menjadi dasar kuat bagi penataan kelembagaan AMGPM agar tetap kokoh dalam melayani gereja, masyarakat, dan bangsa. Termasuk adanya keberlanjutan dalam forum resmi AMGPM (Konferda/Konfercab) sebagai bahan pengambilan keputusan demi pelayanan Angkatan Muda di tengah jemaat yang terus berkembang.
Diskusi panel dihadiri oleh Pengurus Daerah AMGPM Pulau Ambon, PHMJ Rehoboth, Majelis Jemaat Sektor Tiberias, Pengurus dan Anggota Ranting Tiberias, Pembina dan Senioritas AMGPM Cab Rehoboth 2 dan Ranting Tiberias serta Ketua dan Sekretaris Cab AMGPM Rehoboth 1 dan Rehoboth 3. Diskusi Panel di mulai dengan acara nasional, acara organisasi dan Doa pembukaan oleh Pdt R. Hatalabessy dan Doa Penutupan oleh Ketua Klasis Pulau Ambon. Diakhir Acara dilakukan penyerahan Cendramata kepada nara sumber dan moderator serta dilakukan photo bersama.(TMC)
