Dari Gereja Rehoboth, Kapolda Sampaikan Pesan Perdamaian dan Keamanan untuk Kemajuan Maluku
REHOBOTH – Setelah Kebaktian Minggu (7/9/2025), dipimpin Pdt. Ny. M. Putirulan di Gereja Rehoboth, Kapolda Maluku, Irjen. Pol. Prof Dr. Dadang Hartanto, S.H, S.IK, M.Si, menyampaikan arahan penting terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Provinsi Maluku.
Kunjungan Kapolda bersama jajaran yang di dampingi Kapolresta Pulau Ambon dan P.P. Lease, Kombes Pol. Dr. Yoga Putra Prima Setya, S.IK, M.IK ke Gereja Rehoboth, merupakan bagian dari Safari Kamtibmas, hadir Ketua Majelis Jemaat Rehoboth, Pdt. W. D. Tuhumena, M.Th, serta Pimpinan Harian Majelis Jemaat (PHMJ), serta jemaat.
Kedatangan Kapolda beserta jajaran kepolisian itu bukan hanya untuk memberikan arahan, tetapi juga untuk menyapa dan bersilaturahmi dengan seluruh jemaat yang hadir.
Dalam kesempatan itu, Kapolda menyampaikan pesan penting mengenai pembangunan dan perdamaian di Maluku, sebuah provinsi yang ia sebut memiliki kekayaan alam luar biasa, seperti ikan dan pertambangan, serta masyarakat yang dikenal dengan disiplin dan ketangguhan.
“Saya datang untuk membangun Maluku, karena provinsi ini merupakan wilayah yang kita cintai. Kita semua harus memajukan Maluku, sebuah provinsi yang indah dengan segala kekayaan alam dan karakteristik masyarakatnya,” ujar Kapolda.

Ia menekankan bahwa keamanan dan kedamaian adalah prasyarat utama bagi kemajuan Maluku. Tanpa kedamaian, segala upaya untuk memajukan wilayah ini akan sia-sia.
“Kedamaian itu bagaikan tanah yang subur. Semakin aman dan damai, semakin subur tanah itu untuk ditanami dan bertumbuh,” tambahnya.
Pria lulusan Akpol 1994 itu juga menyoroti beberapa masalah yang terjadi di Maluku, seperti kekerasan dalam rumah tangga, tawuran antar pelajar, penganiayaan, dan kerusuhan antar kampung. Ia mengingatkan bahwa kekerasan seperti itu harus dihentikan jika kita ingin mencapai kedamaian dan keamanan.
Lebih lanjut, Kapolda menegaskan pentingnya menjaga keberagaman yang ada di Indonesia, khususnya di Maluku. Keberagaman agama, suku, dan budaya bukanlah alat pemecah belah, melainkan kekayaan yang harus dipelihara.
“Kita Indonesia dikenal dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, dan itu harus kita jaga bersama,” katanya.

Ia juga mengingatkan para orang tua, guru, dan seluruh masyarakat agar lebih perhatian terhadap pendidikan dan pembinaan anak-anak muda.
“Anak-anak muda harus diberikan pendidikan yang baik sejak dini, terutama di lingkungan keluarga dan sekolah, agar mereka tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak benar di media sosial,” jelasnya.
Pada akhir arahannya, Kapolda mengajak jemaat untuk menyelesaikan permasalahan dengan kepala dingin dan cara-cara yang beradab.
“Jika ada permasalahan, selesaikan dengan cara yang baik dan tidak dengan kekerasan. Kita punya Tuhan yang selalu mengajarkan untuk menyelesaikan segala sesuatunya dengan cara yang penuh kasih,” tuturnya.
Kapolda mengakhiri pesannya dengan sebuah ajakan penuh semangat: “Mari kita mulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan kita. Jika kita bisa menjaga kedamaian dan keamanan, maka Maluku akan menjadi lebih baik. Maluku kita harus biking bae, Basudara harus biking bae!”. Selesai itu Kapolda melakukan photo bersama dan pembuatan vidio pesan perdamaian. (RMC)
