Berita

Harmoni Kebersamaan: Lomba Perayaan HUT ke-90 GPM di Sektor Galilea, Bethania, Siloam, dan Bethesda

REHOBOTH – Suasana riuh penuh tawa dan kebahagiaan mewarnai sejumlah sektor pelayanan di wilayah Jemaat GPM Rehoboth dalam rangka merayakan dua peristiwa besar HUT ke-90 Gereja Protestan Maluku (GPM) pada 6 September 2025 dan HUT ke-450 Kota Ambon pada 7 September 2025.

Perayaan ini tak hanya sekadar sebuah perayaan, tetapi juga sebuah momen refleksi dan rasa syukur atas perjalanan panjang gereja dan kota yang telah tumbuh bersama dalam semangat kebersamaan, pelayanan, dan cinta kasih.

Sektor Galilea memulai serangkaian acara dengan penuh perhatian terhadap kesehatan masyarakat. Sebagai bagian dari rangkaian acara, jemaat diberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Ini bukan hanya sekadar layanan medis, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian nyata dari gereja terhadap kesejahteraan umatnya. Warga yang hadir, baik tua maupun muda, tampak antusias mengikuti pemeriksaan, menyadari betapa pentingnya menjaga kesehatan agar dapat terus beraktifitas dengan baik.

Selain pemeriksaan kesehatan, sektor ini juga melaksanakan berbagai lomba yang mengundang tawa dan kegembiraan. Keceriaan anak-anak, remaja, pemuda, hingga orang tua yang terlibat dalam lomba-lomba tersebut menambah semarak perayaan. Tidak hanya merayakan sejarah, namun juga merayakan kehidupan yang penuh kebersamaan.

Di Sektor Bethania, rangkaian lomba pun tak kalah seru. Ada lomba jalan tampurung untuk anak-anak, lomba gigi sendok, hingga lari karung untuk remaja. Semua berlomba dengan semangat yang tak terbendung, menyatukan berbagai generasi dalam satu tujuan merayakan kebersamaan.

Namun, yang paling menyentuh adalah lomba estafet sarung yang diikuti oleh orang tua dan pemuda. Terlihat jelas bagaimana generasi yang lebih tua memberikan semangat dan dukungan kepada generasi muda, membuktikan bahwa kebersamaan tak mengenal batas usia. Sebagai penutup acara, doa syukur dipanjatkan bersama, sebuah bentuk rasa syukur atas segala berkat yang telah diberikan. Setelah itu, makan patita sejenis hidangan khas yang disajikan dalam acara-acara kebersamaan menjadi penanda bahwa perayaan ini adalah perayaan cinta dan kebersamaan sejati. Diiringi dengan live music, suasana semakin hangat, dan senyum serta tawa menghiasi wajah setiap orang yang hadir.

Sektor Siloam, yang dipimpin oleh Koordinator Pnt Nona Sopacua, menggelar lomba dengan beragam tantangan seru dan kreatif. Salah satu lomba yang paling menarik perhatian adalah “finalti kick,” yang menguji keterampilan dan ketepatan peserta dalam menendang bola ke gawang. Selain itu, ada juga lomba memasukkan sedotan ke dalam botol dengan cara yang cukup unik, yaitu menjepit sedotan di antara bibir dan hidung. Tak ketinggalan, lomba estafet sarung yang mengundang banyak tawa juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kemeriahan ini.

Di sektor ini, keunikan lomba-lomba yang diadakan semakin mempererat kebersamaan antar warga, yang saling mendukung dan menertawakan kegagalan atau keberhasilan masing-masing peserta. Kegiatan ini tidak hanya menguji fisik, tetapi juga mengasah kreativitas dan kemampuan bekerjasama dalam tim.

Sektor Bethesda menyelenggarakan berbagai lomba yang penuh keakraban dan tawa. Salah satu lomba yang cukup menarik adalah lomba memasukkan biskuit ke dalam botol dan lomba makan biskuit dari dahi, yang mengundang gelak tawa dari para peserta dan penonton. Lomba ini menunjukkan bahwa perayaan ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi tentang bagaimana setiap orang dapat bersenang-senang bersama, menjalin hubungan lebih erat, dan mengenang kembali betapa indahnya hidup dalam kebersamaan.

Selain itu, lomba estafet sarung dan lemparan ke dalam botol menjadi hiburan seru yang membuat para peserta semakin bersemangat. Keceriaan yang terpancar jelas dari wajah-wajah peserta membuktikan bahwa meskipun lomba-lomba ini terkesan sederhana, mereka mampu menyatukan hati dan memberikan kebahagiaan bagi seluruh jemaat yang hadir.

Setiap sektor yang terlibat dalam perayaan ini memberikan kontribusi yang berbeda namun saling melengkapi. Ada yang mengutamakan kesehatan, ada yang fokus pada kebersamaan dan keceriaan, namun semuanya memiliki satu tujuan yang sama, merayakan perjalanan panjang GPM dan Kota Ambon, serta menghormati sejarah yang telah terukir dengan penuh makna.

HUT ke-90 GPM dan HUT ke-450 Kota Ambon bukan hanya sekadar angka, tetapi juga simbol dari perjalanan panjang, tantangan, dan keberhasilan yang telah dilalui bersama. Perayaan ini memberikan makna lebih dalam tentang arti kebersamaan, pelayanan, dan rasa syukur terhadap segala berkat yang telah diterima.

Di tengah kesibukan dan tantangan zaman, perayaan seperti ini mengingatkan kita akan pentingnya merayakan hidup bersama, saling mendukung, dan bersyukur atas segala nikmat yang ada. Lomba-lomba yang diadakan bukan hanya untuk memeriahkan suasana, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali persaudaraan antar warga, memperlihatkan bahwa kebersamaan adalah kunci dalam menghadapi segala hal. (RMC)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *