Berita

35 Tahun Wadah Laki-Laki Sektor Siloam: Syukur, Kasih, dan Kemitraan yang Memperindah Iman

REHOBOTH – Kamis malam (11/9/2025) itu, cahaya lampu sederhana di tempat ibadah Sektor Siloam, Jemaat GPM Rehoboth seakan bersinar lebih terang dari biasanya. Jemaat berkumpul, suara pujian bergema, dan sukacita iman memenuhi ruang peribadahan.

Malam itu menjadi bersejarah 35 tahun Wadah Pelayanan Laki-Laki Sektor Siloam, dirayakan dalam ibadah syukur sekaligus menjalin kemitraan dengan Wadah Pelayanan Perempuan.

Ibadah dipimpin oleh Pdt. Lily Picanusa, yang membuka firman Tuhan dari Yesaya 26:4–6 (Nyanyian Puji-pujian karena kelepasan dan penghakiman yang diberikan Allah). Refleksi firman kali ini dikemas hangat lewat kuis Alkitab dan games sederhana yang membuat jemaat tersenyum, tertawa, sekaligus merenung dalam iman.

Suasana makin indah ketika kidung pujian mengalun dari pengurus Wadah Laki-Laki dan Perempuan, Penatua, Diaken, serta duet istimewa dari pasangan suami istri, Roby dan Fin Bungyanan. Lantunan itu seakan meneguhkan pesan tentang kasih yang mempersatukan, iman yang menguatkan, dan syukur yang memancar dari hati jemaat, menjadikan ibadah malam itu bukan sekadar perayaan, melainkan pengalaman rohani yang menggetarkan jiwa.

Dalam sambutannya, Penatua Yeni Sahureka, Majelis Pendamping Wadah Laki-Laki, menegaskan makna kemitraan itu, “Di usia 35 tahun, baru kali ini HUT kita rayakan bersama perempuan. Ini tanda kasih Tuhan yang mempersatukan. Kalau bapa malas datang ibadah, tolong sampaikan. Begitu juga sebaliknya. Supaya lagu kemitraan ini berjalan terus sampai Tuhan memanggil kita pulang,” ujarnya dengan nada penuh harap.

 

Ia mengingatkan bahwa tugas utama jemaat adalah membangun bahtera rumah tangga yang kokoh dan berkenan di hadapan Tuhan.

Sementara itu, Ketua Wadah Pelayanan Laki-Laki Sektor Siloam, Ronald Yehubijanan, mengajak jemaat menoleh sejenak ke belakang. “Waktu berjalan cepat. Dulu, di usia 20 tahun, kita banyak melewati kenangan dalam pelayanan. Kini kita sudah di usia 35. Sebagai pemimpin, saya mohon maaf atas segala kekurangan. Semoga di tahun-tahun berikut, kita bisa memberi yang terbaik dalam pelayanan,” ucapnya penuh kerendahan hati.

Puncak syukuran ditandai dengan tiup lililn dan pemotongan kue ulang tahun. Setelah itu, hadiah-hadiah lomba dibagikan, menutup malam dengan tawa, doa, dan rasa syukur yang tulus.

Finalti kick juara I Mina Yampapy, Juara II Bety Runthe, juara III Mey Tijahahu. Lomba Isi sedotan, juara I Flor Yehubyanan, juara II Clara Yehubyanan, juara III Fin Bungyanan. Lomba Gaplek, juara I Yeni dan Yabock, juara II Obi dan Thomas, juara III Anton dan Angki. Sedangkan Kostum Favorit untuk finalti kick diraih oleh Nona Ubwuarin

Perayaan 35 tahun ini bukan sekadar pesta rohani, melainkan sebuah kesaksian iman: bahwa pelayanan laki-laki di Siloam tetap teguh, setia, dan kini dirangkai indah bersama perempuan, dalam ikatan kasih yang tak lekang waktu. (RMC)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *