Berita

Jemaat GPM Rehoboth Salurkan Bantuan Diakonal PMKS Tahap II Kepada 57 orang Ekonomi Lemah

REHOBOTH – Suasana hangat dan penuh kasih menyelimuti Gedung Gereja GPM Rehoboth Minggu (20/07/2025), usai pelaksanaan ibadah Minggu. Dalam semangat pelayanan dan solidaritas antar umat, Seksi PIPK (Pekabaran Injil dan Pelayanan Kasih), melalui Sub Seksi Pemberdayaan Umat kembali menyalurkan bantuan Diakonal PMKS Tahap II kepada 57 penerima, yang tersebar merata di 57 unit pelayanan.

Program ini merupakan bagian dari upaya nyata Gereja dalam memperkuat pelayanan kasih kepada sesama, khususnya bagi anggota jemaat yang mengalami keterbatasan ekonomi dan membutuhkan uluran tangan dalam pemenuhan kebutuhan dasar mereka.

Ketua Seksi PIPK, Penatua Jan Tutuboy, kepada Media Center menjelaskan, program ini sudah menjadi bagian dari pelayanan Gereja secara terstruktur dan terjadwal. Penyerahan bantuan tahap kedua ini mencakup pembayaran untuk periode semester II (Juli–Desember 2025), menyasar anggota jemaat dari keluarga ekonomi lemah.

“Kemarin telah dilakukan pembayaran bantuan untuk semester kedua kepada 57 orang dari 57 unit pelayanan. Jadi, satu orang per unit. Ini adalah bentuk tanggung jawab Gereja dalam merangkul mereka yang membutuhkan,” ujar Penatua Tutuboy usai kegiatan penyerahan.

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan langsung oleh Ketua Sub Seksi Pemberdayaan Umat, Diaken Eby Uneputy, disaksikan oleh Pendeta Roby Hatalabessy. Suasana penyerahan berlangsung penuh haru dan keakraban, mencerminkan makna pelayanan gereja sebagai tubuh Kristus yang saling menopang satu sama lain.

“Kami menyadari bahwa bantuan ini mungkin tidak besar, tapi kami berharap dapat sedikit meringankan beban ekonomi saudara-saudara kita. Gereja hadir bukan hanya untuk pelayanan rohani, tetapi juga menyentuh kehidupan nyata umat dalam dimensi sosial,”ujar Diaken Eby Uneputy usai penyerahan.

Banyak penerima yang tampak terharu dan bersyukur atas perhatian gereja terhadap kondisi ekonomi mereka. Bantuan ini, menurut sejumlah penerima, sangat berarti untuk menambah belanja kebutuhan pokok, bahkan membantu pendidikan anak-anak mereka.

Sejumlah warga jemaat yang hadir turut menyampaikan harapan agar program seperti ini terus berlanjut dan bahkan dapat ditingkatkan.

Pendeta Roby Hatalabessy, disela-sela penyerahan bantuan mengapresiasi semangat pelayanan yang terus dijaga oleh Seksi PIPK. Ia menegaskan bahwa pelayanan diakonia merupakan salah satu pilar utama dalam kehidupan gereja.

“Kita dipanggil bukan hanya untuk mengkabarkan firman, tetapi juga mewujudkan kasih dalam tindakan. Hari ini kita menyaksikan wujud nyata dari kasih itu memberi tanpa mengharapkan kembali, membantu tanpa membedakan, dan menopang yang lemah agar dapat kembali berdiri,” ungkap Pendeta Roby.

Ia juga mendorong seluruh unit pelayanan untuk tetap aktif mendata dan melaporkan kebutuhan warga jemaat yang masuk dalam kategori ekonomi rentan, agar ke depan bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan.

Dengan penyerahan Diakonal PMKS Tahap II Juli 2025 ini, Gereja kembali menunjukkan fungsinya bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang solidaritas sosial dan kemanusiaan.

Di tengah tantangan ekonomi yang masih dihadapi banyak keluarga, kehadiran gereja dalam bentuk pelayan kasih menjadi jawaban nyata bahwa iman yang hidup adalah iman yang bekerja dalam kasih (Galatia 5:6).(TMC)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *