Kerja Sama PHBG Dengan Sub Seksi Pelayanan Kesehatan Berikan Layanan Kesehatan Gratis Bagi Warga Jemaat GPM Rehoboth
REHOBOTH – Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi (PHBG) bekerja sama dengan Sub Seksi Pelayanan Kesehatan Majelis Jemaat GPM Rehoboth menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh warga jemaat, yang tersebar di 21 sektor, 57 unit-unit pelayanan, sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan, mendeteksi dini penyakit, dan memberikan akses layanan kesehatan yang lebih luas.
Kegiatan yang dipusatkan di tiga lokasi, gedung serbaguna Gereja Rehoboth, Gereja Bukit Zaitun dan Gereja Bukit Sion itu, dalam rangka menyongsong HUT ke-121 Jemaat GPM Rehoboth pada Kamis, 10 Juli 2025.
Ada berbagai rangkaian pemeriksaan kesehatan yang diikuti ratusan warga Jemaat, berlangsung dari pukul 09.00 WIT – selesai. Mulai dari pengambilan darah untuk cek skrining tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat, cek lingkar perut, skrining untuk TBC, penyakit tidak menular, dan pemeriksaan kejiwaan. Ditangani 4 dokter umum dan 1 dokter spesialis penyakit dalam, dibantu 11 perawat, 4 tenaga laboratorium dan apoteker. juga obat-obatan yang disediakan Puskesmas Benteng dan Air Salobar, atas dukungan dari Pemerintah Kota Ambon, ditambah obat-obatan dokter spesialis yang dibeli langsung sub seksi pelayanan kesehatan.
“Harapan kami dari kegiatan ini, semua warga Jemaat GPM Rehoboth mendapatkan pengobatan secara gratis, tetapi juga dapat berkonsultasi terkait kesehatan,” ujar Ketua Sub Seksi Pelayanan Kesehatan, Pnt. Poly Rahayaan kepada Tim Media Center di sela-sela pemeriksaan kesehatan di Gedung Serbaguna Gereja Rehoboth pada Senin (09/06/2025).
Di tempat yang sama, Ketua Majelis Jemaat GPM Rehoboth, Pdt. W. D. Tuhumena mengatakan, pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan, merupakan bentuk kepedulian kepada warga jemaat, untuk memeriksa kesehatan secara cuma-cuma, tanpa biaya sepeserpun, termasuk memastikan warga jemaat agar tetap dalam kondisi sehat.
“Kita tahu kondisi sekarang, semua serba sulit, semua mesti dibayar. Ini salah satu cara jemaat menolong warga jemaatnya, untuk memeriksa kesehatan secara gratis,” ucapnya.
Kegiatan yang dilakukan menyongsong HUT ke-121 Jemaat GPM Rehoboth ini, sejalan dengan tema HUT “Bertumbuhlah Dalam Iman dan Berbuahlah Bagi Kehidupan Bersama” (Kol. 2:6-7; Mzm. 133:1-3). Dimana setiap orang beriman harus sehat, karena kesehatan itu penting dan mahal harganya.
Sementara itu, dr. Algi Yoltuwu mengucapkan terima kasih, karena lewat kegiatan yang dilaksanakan atas kerja sama PHBG dengan Sub Pelayanan Kesehatan Majelis Jemaat GPM Rehoboth, pihaknya sangat terbantu dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Jadi memang kalau melalui jemaat atau Gereja ini sangat cepat. Tentunya dengan pemeriksaan kesehatan ini sangat baik sekali. Beta berterima kasih kepada Ketua Majelis Jemaat, seluruh perangkat pelayanan, panitia, karena punya kepedulian terhadap warga Jemaat, yang juga adalah masyarakat, Sehingga kita berkolaborasi bersama dalam pemeriksaan kesehatan gratis di saat ini,” tuturnya.
Kepala Puskesmas Benteng itu mengaku, sesuai arahan Kementerian Kesehatan, setiap melakukan pemeriksaan kesehatan, hal yang perlu dilakukan yaitu skrining. Sebagai upaya mendeteksi dini, adanya masalah kesehatan di dalam diri masyarakat, atau-kah tidak ada.
Karena menurutnya, kebanyakan masyarakat menganggap dirinya sehat, sehingga tidak mau memeriksa kesehatan. Padahal dalam pemeriksaan laboratorium, ditemukan ada yang bermasalah. Disitulah dilakukan intervensi, untuk pencegahan dini, sebelum sampai ke arah yang tidak diinginkan.
Untuk masyarakat yang mempunyai riwayat sesuai hasil skrining dalam pemeriksaan dan memiliki kartu jaminan kesehatan Nasional, maupun BPJS Kesehatan, pihaknya mengarahkan untuk selanjutnya ke fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas, praktek mandiri, begitu juga ke Rumah Sakit maupun klinik, sebagai upaya tindak lanjut penanganan kesehatan.
“Contohnya, jika ada masyarakat yang memiliki masalah mata atau ada penyakit yang bisa ditindaklanjuti di RS, kita bisa buat rujukan kesana. Jadi ada tindak lanjut. Misalnya hipertensi, mereka harus minum obat seumur hidup, sementara disini obatnya diberikan hanya 10 hari. Jadi selanjutnya, mereka ke fasilitas kesehatan untuk mereka mendapatkan obat-obat, sehingga mereka tidak putus obat, yang berujung pada komplikasi,” tukasnya.
Yoltuwu berharap program yang dilaksanakan PHBG bekerja sama dengan Sub Seksi Pelayanan Kesehatan Majelis Jemaat GPM Rehoboth ini, dapat berkelanjutan untuk tahun-tahun yang akan datang, sehingga warga jemaat tidak hanya sehat secara rohani, tetapi juga jasmani.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PHBG bekerja sama dengan Sub Seksi Pelayanan Kesehatan atas kegiatan yang dilakukan. Saya berharap juga dapat dilakukan oleh jemaat lainnya,” harapnya.
Sekedar informasi, ada beberapa rangkaian kegiatan yang juga akan dilakukan menyongsong HUT ke-121 Jemaat Rehoboth, diantaranya penyuluhan hukum kepada warga jemaat, yang akan berlangsung di tiga lokasi, Gereja Rehoboth, Gereja Bukit Sion dan Gereja Bukit Zaitun di tanggal 24 Juni mendatang oleh PHBG.
Narasumber yang dihadirkan berasal dari Ahli Hukum, Universitas Pattimura Ambon, dengan topik berkaitan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perselingkuhan, perlindungan hukum terhadap anak, dan kenakalan remaja. PHBG juga berupaya untuk join program dengan sub seksi Hukum dan advokasi, untuk hal penanganan perkara cuma-cuma atau prodeo (gratis). (TMC)
