Jemaat GPM Rehoboth Catat Capaian 71 Persen Program Semester I, Jemaat Melaju Menuju Pelayanan Visioner
REHOBOTH – Progres pelaksanaan program/kegiatan Majelis Jemaat GPM Rehoboth periode pelayanan 2025-2030 menunjukkan capaian positif. Hingga akhir Semester I tahun pelayanan 2025, realisasi kegiatan jemaat telah mencapai 71 persen, atau 64 kegiatan dari total 91 kegiatan yang dirancang.
Hal ini terungkap dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Moneva) yang berlangsung di gedung Gereja Rehoboth, Sabtu (2/8/2025), melibatkan seluruh seksi dan sub-seksi pelayanan jemaat.
Kepada Media Center, Wakil Ketua Majelis Jemaat GPM Rehoboth, Pnt. Phil Latumerissa, mengungkapkan bahwa program yang dilaksanakan terbagi atas empat seksi. Masing-masing Pemberdayaan Teologi dan Pembinaan Umat (PTPU) sebanyak 45 kegiatan, Pekabaran Injil dan Pelayanan Kasih (PIPK) 17 kegiatan, Pengembangan Oikumene Semesta (POS) 7 kegiatan, serta Penataan dan Pengembangan Kelembagaan (PPK) 22 kegiatan.
“Sub seksi Anak, Remaja dan Pemuda Katekisasi (ARK) sangat aktif dalam realisasi bersama sub seksi kemitraan pada seksi PTPU. Sementara itu, 3 kegiatan utama PIPK (Pekabaran Injil dan Pelayanan Kasih) berhasil dijalankan melalui pemberdayaan ekonomi, berupa pemberian diakonal kepada janda-duda, anak yatim piatu, dan umat berkebutuhan khusus, serta beasiswa bagi siswa pra sejahtera dan berprestasi, serta kegiatan pelayanan kasih dan advokasi bagi warga binaan di lapas yg dilakukan 3 bulan sekali, baik dilapas kls 1, lapas perempuan dan lapas anak ”ujarnya.

Dalam bidang Oikumene Semesta, dua kegiatan penting turut digarisbawahi, yakni pemberian santunan bagi anak-anak yatim piatu di komunitas Muslim Waringin dan Talake, serta aksi pembersihan rumah ibadah jelang hari raya Islam. Kegiatan ini menjadi wujud nyata relasi antarumat beragama yang terus dibangun.
Sementara pada seksi PPK (Penataan dan Pengembangan Kelembagaan kegiatan peningkatan kapasista pelayan, kegiatan moneva, kegiatan, dokumentasi, publikasi dan komunikasi pelayan berjalan sangat optimal.
Dari total program/kegiatan maka tersisa 27 kegiatan belum sempat direalisasikan di semester I atau sebesar 29%. Namun Latumarissa optimis seluruhnya akan tuntas di semester II, yg direncanakan berlansung paling lambat pada bulan September atau awal oktober.
“Misalnya di PIPK, sub subsi PI masih ada kegiatan pemberian beasiswa kepada 1 orang mahasiswa UKIM dari jemaat mitra pada klasis Buru Utara yang mana akan kami biayai hingga lulus kuliah. Kegiatan lain seperti kesehatan untuk lansia, dan pengajar tamu bagi anak-anak katekisasi juga akan direalisasi,” imbuhnya.
Ia mengaku, Majelis Jemaat menargetkan seluruh kegiatan yg sifatnya rutin dapat rampung pada minggu pertama Desember. Realisasi kegiatan kita upayakan untuk terealisasi paling lambat di awal bulan oktober, Hal ini mempertimbangkan persiapan seluruh jemaat menuju Sidang Sinode ke-39 GPM yang dijadwalkan pada 19 Oktober mendatang.
Realisasi Anggaran
Dari sisi anggaran, Majelis Jemaat telah dapat terealisasi sebesar Rp2,95 miliar atau 49 persen dari total anggaran Rp 6.011.270.000 yang ditetapkan dalam Sidang Jemaat. Meski belum separuh jalan (50%), Majelis Jemaat optimis seluruh target anggaran bisa tercapai di akhir tahun.
“Kami melihat tren pendapatan di semester I cukup menjanjikan, dengan capaian realisasi di berbagai komponen pendapatan jemaat berkisar antara 70 hingga 80 persen. Ini menjadi dasar optimisme kami. Sebab itu kita terus mengoptimalkan pelayanan, membangun kepercayaan umat, memperkuat kesadaran umat dlm beridah serta kesadaran memberi jelas Latumarissa. Sementara itu untuk Rekomendasi sidang dari 8 rekomendasi yg telah terealisasi 7 Rekomendasi,”tuturnya.
Ia mengungkapkan, semua capaian ini bukan semata-mata hasil kerja Majelis Jemaat, akan tetapi merupakan hasil kerja semua stakeholder termasuk koordinator, wadah-wadah pelayanan dan SMTPI, berbagai tim, panitia, komisi, para pelayan administrasi, tuagama dan pelayan liturgi serta dukungan dan partisipasi seluruh umat di 57 unit dan 21 sektor. Serta dukungan pihak lain baik itu MPK Pulau Ambon dan pemerintah baik provinsi maupun kota Ambon.
“Untuk itu Majelis Jemaat menyampaikan terima kasih untuk semua pihak dan yg terutama mengucap syukur kepada Tuhan Yesus sebagai Kepala Gereja,”ucapnya.

Sementara itu, Ketua Sub Seksi Litbang, Pnt. Obet Nara, menyampaikan bahwa kegiatan Moneva kali ini bukan hanya sebatas evaluasi semester, tetapi juga menjadi bagian dari proses verifikasi dan validasi seluruh kegiatan seksi dan subseksi. Hasilnya akan menjadi referensi strategis untuk penyusunan Rencana Strategis (Renstra) pelayanan periode 2025-2030.
“Ini tahap penting. Selain mengevaluasi Renstra lima tahun terakhir, kami juga menyusun kerangka kerja lima tahun ke depan. Semua sub seksi hari ini hadir, menunjukkan keseriusan dalam mempertanggungjawabkan program masing-masing,” tegasnya.
Obet Nara menekankan bahwa kegiatan evaluasi dilakukan secara objektif, tanpa ruang untuk perdebatan atau pembelaan diri.
“Semua data diverifikasi secara fisik, sekaligus dilakukan audiensi langsung dengan tim Litbang. Evaluasi ini akan terus dilakukan per semester hingga akhirnya dilakukan evaluasi tahunan pada akhir 2025,”ujarnya.
Majelis Jemaat berharap, capaian yang sudah diperoleh menjadi fondasi kuat bagi pelaksanaan pelayanan yang semakin strategis dan relevan ke depan, termasuk dalam mempersiapkan Jemaat GPM Rehoboth menghadapi dinamika pelayanan Gereja Protestan Maluku secara keseluruhan.
Dengan semangat pelayanan tinggi, komitmen yang kuat, transparansi dan akuntabilitas, Majelis Jemaat GPM Rehoboth terus menunjukkan konsistensinya dalam mengelola program dan keuangan secara profesional, efesensi/efektifitas, jujur dan takut Tuhan. Evaluasi tengah semester ini menjadi tonggak untuk mempercepat realisasi program/kegiatan dan anggaran yang tersisa, sekaligus menyiapkan fondasi perencanaan jangka panjang bagi kehidupan berjemaat yang lebih visioner. (TMC)
