Berita

Dari Pergumulan Menjadi Panggilan: Rehoboth Akan Bangun Menara Lonceng Baru

REHOBOTH – Sebuah gema harapan sedang disiapkan untuk kembali menggema dari Jemaat GPM Rehoboth. Bukan sekadar pembangunan fisik, tapi sebuah panggilan iman yang dirindukan oleh hati umat. Jemaat GPM Rehoboth kini bersiap membangun menara lonceng baru, sebuah simbol spiritual, akan dibangkitkan dengan semangat pelayanan baru.

Rencana ini bukan lahir dalam diam. Ia tumbuh dari kegelisahan kolektif, dari suara-suara lirih umat, suara lonceng yang selama ini tak lagi terdengar luas karena menara sebelumnya terlalu rendah dan tak mampu menjangkau wilayah pelayanan jemaat yang luas secara geografis.

Sabtu (2/8/2025), di bawah atap Gereja Rehoboth, berlangsung pergumulan di pimpin oleh Pendeta Jemaat Rehoboth, Pdt. Everd Tamtalahitu, S.Th Sebuah proses rohani yang menandai akan dimulainya pembangunan Menara Lonceng Rehoboth yang baru. Pergumulan ini dihadiri oleh PHMJ, TIM 7, perwakilan Dinas PUPR Kota Ambon, dan kontraktor yg menangani pekerjaan tersebut.

Kepada Tim Media Center, Pendeta Pendamping Tim Renovasi dan Pembangunan Menara Lonceng Gereja Rehoboth, Pdt Evert Tamtelahitu, menjelaskan bahwa rencana ini merupakan jawaban atas pergumulan panjang umat.

“Selama ini menara lonceng yang ada tidak difungsikan karena terlalu rendah. Akibatnya, suara lonceng tidak dapat menjangkau seluruh wilayah pelayanan Jemaat Rehoboth yang secara geografis cukup luas,” jelasnya.

Dari kegelisahan tersebut, melalui Persidangan Jemaat, diputuskan untuk membangun menara lonceng baru yang lebih tinggi dan representatif. Nantinya, suara lonceng yang dihasilkan diharapkan bisa menjangkau semua umat dimanapun berada.

Selain fungsi teknis sebagai penanda waktu ibadah, menurut Pdt Evert lonceng Gereja memiliki makna teologis yang mendalam. Suara lonceng adalah suara Tuhan yang memanggil umat-Nya untuk datang bersekutu dan memuliakan-Nya. Bahkan ketika ada umat yang mulai enggan datang ke gereja, dentang lonceng menjadi suara yang membangunkan kembali kesadaran rohani umat.

Lebih lanjut dikatakan, pembangunan menara lonceng ini akan dirangkai dalam satu proyek bersama dengan renovasi gedung gereja yang ada saat ini. Hal ini menyusul keluhan umat terkait kebisingan dari kendaraan yang sering mengganggu kekhusyukan ibadah.

“Karena bising kendaraan, nanti akan dibuat tertutup dengan kedap suara dan full AC, agar umat bisa beribadah dengan nyaman,” jelasnya.

Konstruksi baru itu nantinya akan menyatu dengan menara lonceng, dan dirancang secara terpadu untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus kekhusyukan ibadah umat.

“Ini pergumulan doa yang sudah lama. Dan akhirnya, kita berani ambil langkah ini. Kita percaya, kalau Tuhan mau, pintu-pintu akan dibukakan,”tegasnya.

Proyek ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Ambon. Piter Talakua dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Ambon ditunjuk sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk proyek pembangunan tersebut. Ia menyampaikan bahwa peran panitia renovasi sangat penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan pekerjaan.

“Panitia dan perangkat pelayanan sangat antusias menerima pekerjaan ini,” kata Talakua dengan penuh harapan proyek ini dapat selesai dengan segala baik. (TMC)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *