Adventus Ketiga di Rehoboth: Nyanyian Maria Ajak Jemaat Hidup Dalam Sukacita
REHOBOTH – Pesan tentang sukacita di tengah masa penantian menjadi inti Ibadah Minggu Adventus ketiga di Gereja Rehoboth, Minggu (14/12/2025).
Ibadah dipimpin oleh Pdt. R. Tuhumena/T, dengan khotbah dari Lukas 1:46-56 bertema “Nyanyian Pujian Maria”, yang mengajak jemaat memandang kehadiran Kristus sebagai terang di tengah kegelapan hidup.
Dalam khotbahnya, Pdt. Tuhumena menjelaskan bahwa Advent ketiga dikenal sebagai Minggu Sukacita. Jemaat diingatkan bahwa bersukacita bukan berarti menutup mata terhadap persoalan, melainkan memilih percaya kepada Allah yang setia.
Ia mengilustrasikan kondisi pemadaman listrik di malam hari, saat rumah gelap, aktivitas terhenti, dan suasana menjadi tidak nyaman. Namun, ketika satu lilin dinyalakan, ketenangan mulai hadir dan kecemasan mereda.
“Terang lilin memang tidak menghilangkan gelap seluruhnya, tetapi cukup untuk menenangkan hati. Begitulah kehadiran Yesus dalam hidup kita,” ujarnya.

Pdt. Tuhumena juga menyinggung realitas jemaat yang sedang berada dalam masa penantian, menanti pemulihan dari sakit, jawaban doa, pertolongan Tuhan, maupun arah hidup yang belum terlihat jelas.
Adventus, menurutnya, mengingatkan umat bahwa meski belum melihat jalan terang sepenuhnya, kehadiran Kristus memberi kekuatan, ketenangan, dan sukacita.
Mengulas kisah Maria, ia menegaskan bahwa Maria memuliakan Tuhan bukan karena hidupnya sudah aman dan pasti. Sebagai gadis muda yang mengandung oleh Roh Kudus, Maria menghadapi risiko aib dan ketidakpastian masa depan. Namun, Maria memilih percaya pada janji Allah dan menyatakan syukur melalui nyanyian pujian.
Dari Nyanyian Pujian Maria, jemaat diajak merenungkan tiga pesan penting;
Pertama, menanti Tuhan dengan gembira karena Allah melihat umat-Nya, air mata yang tak terucap, kerja keras yang tak dihargai, dan kesetiaan dalam pelayanan.
Kedua, menanti dengan sukacita karena Tuhan sedang berkarya dan sanggup membalikkan keadaan.
Ketiga, menanti dengan keyakinan karena janji Tuhan adalah pasti dan tidak pernah berubah.
Menutup khotbah, Pdt. Tuhumena menegaskan bahwa Adventus bukan hanya peringatan akan kelahiran Yesus, tetapi juga peneguhan iman akan kedatangan-Nya kembali yang membawa pemulihan sempurna.

Jemaat diajak untuk terus melayani keluarga dan sesama dengan hati yang penuh sukacita, apa pun situasi yang dihadapi.
Ibadah Minggu Adventus ketiga tersebut semakin semarak dengan puji-pujian dari Paduan Suara Perempuan Jemaat Rehoboth, yang menghadirkan suasana syukur dan pengharapan di tengah persekutuan jemaat.(MCR)
