HUT ke-39 Laki-Laki Sektor Tiberias: Ibadah Syukur, Refleksi Talenta, dan Tekad Setia Melayani
REHOBOTH – Wadah Pelayanan Laki-Laki Sektor Tiberias, Jemaat GPM Rehoboth, merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 dalam sebuah ibadah syukur sederhana namun penuh makna, bersama Wadah Pelayanan Perempuan, minggu (28/9/2025).
Ibadah yang dipimpin Pdt. Rita Tuhumena itu berlangsung sederhana namun hangat, dibingkai dengan kebersamaan jemaat dan iringan pujian dari solois dan paduan suara wadah pelayanan laki-laki dan perempuan sektor Tiberias.
Nuansa pink yang menghiasi kue ulang tahun menjadi simbol sukacita, seolah menegaskan bahwa perjalanan panjang 39 tahun wadah pelayanan ini bukan sekadar hitungan usia, melainkan perayaan iman dan refleksi kesetiaan.
Dalam khotbahnya yang diambil dari Matius 25:14-30, Pdt. Rita Tuhumena mengajak jemaat merenungkan perumpamaan tentang talenta.

Menurutnya, kisah tersebut bukan sekadar bicara soal hasil atau jumlah yang diperoleh, melainkan sikap dan tanggung jawab dalam mengelola setiap kepercayaan yang diberikan Tuhan.
“Ukuran pelayanan bukan hasil, melainkan kesetiaan, ketekunan, kesungguhan, dan sukacita dalam melayani. Hasil kerja adalah bagian Tuhan. Yang terpenting, kita setia pada tugas yang dipercayakan,” tegasnya.
Ia menambahkan, setiap pelayanan adalah amanat, dan hasil akhirnya adalah bagian Tuhan. “Kalau kita diberi tanggung jawab melayani, maka melayanilah. Sebab jerih payahmu tidak sia-sia di hadapan Tuhan,” tegasnya.
Usai ibadah, acara dilanjutkan dengan tiup lilin dan pemotongan kue, dipimpin Wakil Ketua Wadah Pelayanan Laki-Laki bersama Ketua Wadah Pelayanan Perempuan, didampingi Pdt. Rita Tuhumena, Pdt. Roby Hatalabessy, serta Ketua Komisi Kemitraan Jemaat, Ampi Tuanakotta.

Kepada Media Center Rehoboth, Pdt. Rita berharap wadah pelayanan laki-laki semakin giat berkarya, dimulai dari peran utama dalam keluarga sebagai imam, lalu berdampak keluar dalam pelayanan jemaat.
“Beriman kepada Kristus berarti mewujudkan iman itu dalam kehidupan nyata, dalam keluarga, pekerjaan, dan pelayanan. Inilah yang menandai kedewasaan dalam melayani,” ungkapnya.
Wakil Ketua Wadah Pelayanan Laki-Laki Sektor Tiberias, Pier Sipahelut, mengucap syukur atas kasih Tuhan yang senantiasa menuntun perjalanan pelayanan.

“Kami akan terus setia melayani di sektor ini, memberi dampak bagi keluarga, jemaat, dan masyarakat,” katanya.
Tambah Sipahelut, Usia 39 tahun bukanlah perjalanan singkat. Ia adalah rentang waktu yang ditempa oleh doa, kerja keras, dan kesetiaan para laki-laki Sektor Tiberias dalam mengabdi. Dari generasi ke generasi, wadah ini menjadi ruang belajar bagi pria-pria gereja untuk bertumbuh sebagai imam dalam keluarga, penggerak dalam jemaat, dan teladan dalam masyarakat.
Angka 39 tidak sekadar bilangan, melainkan jejak langkah panjang yang menandai kedewasaan pelayanan, sebuah kematangan iman yang terus dipanggil untuk semakin berakar, bertumbuh, dan berbuah di ladang Tuhan.
Sementara itu, Ketua Komisi Kemitraan Jemaat, Ampi Tuanakotta, menilai perayaan bersama wadah perempuan menjadi bukti kuatnya kebersamaan dalam membangun persekutuan. “Momen HUT ini sekaligus menjadi refleksi, melihat kembali apa yang telah dicapai, lalu melangkah dengan semangat baru untuk memuliakan nama Tuhan,” ujarnya.

Di usia yang ke-39, Wadah Pelayanan Laki-Laki Sektor Tiberias meneguhkan diri bahwa inti dari pelayanan bukanlah sekadar apa yang terlihat, melainkan kesetiaan dan ketekunan dalam menjalankan panggilan Tuhan. Seperti suara paduan suara yang mengalun malam itu, sukacita perayaan ini menjadi harmoni indah kesetiaan yang terus bergema dalam pelayanan. (RMC)
