Berita

Ibadah Minggu Adventus IV di Gereja Rehoboth: Ajakan Menyambut Raja Kemuliaan dengan Hati yang Murni

REHOBOTH – Ibadah Minggu, (21/12/2025), Minggu Adventus keempat, berlangsung khidmat di Gereja Rehoboth dan dipimpin oleh Pendeta Lily Picanussa. Ibadah ini mengajak jemaat untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan Kristus dalam suasana kedamaian dan pertobatan.

Pembacaan Alkitab diambil dari Mazmur 24:1-10 “Kedatangan Raja Kemuliaan dalam Bait Allah”. Dalam khotbahnya, Pdt. Picanussa menegaskan bahwa Minggu Adventus keempat merupakan momentum syukur atas kasih Tuhan yang senantiasa menyertai dan memberkati umat-Nya. Hal ini sejalan dengan tema mingguan, “Menantikan Tuhan dalam Kedamaian.”

Pendeta Picanussa menjelaskan bahwa Mazmur 24 biasanya dinyanyikan oleh umat Israel saat memasuki Bait Allah. Mazmur ini ditulis dalam konteks pemindahan Tabut Perjanjian ke Yerusalem. Tabut Perjanjian, yang berisi dua loh batu sebagai lambang kehadiran Allah, pernah dirampas oleh bangsa Filistin sebelum akhirnya dikembalikan dan disimpan di rumah Obed-Edom. Proses membawa Tabut itu ke Yerusalem memerlukan ketenangan hati dan ketaatan, sekaligus menegaskan betapa besar dan dahsyat kuasa Allah yang menyertai perjalanan umat-Nya.

Mazmur tersebut juga merupakan pengakuan keagungan Allah sebagai Pencipta langit dan bumi beserta segala isinya. Pertanyaan “Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan dan berdiri di tempat-Nya yang kudus?” dijawab dengan jelas, yakni orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, tidak menyerahkan diri pada kepalsuan, serta hanya menyembah Allah sebagai satu-satunya Pencipta. Orang dengan kualitas iman seperti ini akan menerima berkat dan keadilan dari Tuhan.

Menurut Pdt. Picanussa, hidup dengan hati yang murni dan tulus akan menolong seseorang membangun relasi yang benar dengan Tuhan dan sesama. Orang percaya dipanggil untuk senantiasa hidup bersama Allah dan menyerahkan seluruh kehidupannya kepada kehendak Tuhan.

Dalam konteks iman Kristen, jemaat diajak untuk mengakui bahwa hanya Tuhan yang penuh kuasa. Melalui sakramen baptisan, manusia, termasuk anak-anak dibawa masuk dalam persekutuan dengan Kristus yang mati dan bangkit. Baptisan menjadi tanda penyucian dosa dan pengakuan bahwa anak-anak adalah warisan Kerajaan Allah. Oleh karena itu, para orang tua diajak untuk menyadari panggilan iman mereka dalam membentuk dan mempersembahkan anak-anak kepada Tuhan.

Pendeta Picanussa juga mengajak jemaat untuk “mengangkat kepala”, yang berarti mengakui dan memuliakan Tuhan sebagai Raja Kemuliaan. Ajakan ini ditegaskan dua kali dalam bacaan Mazmur sebagai tanda kesiapan menyambut masuknya Raja Kemuliaan. Mereka yang bersih tangan dan murni hati, serta hidup dalam kebenaran, adalah orang-orang yang memuliakan Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Sejarah bangsa Israel, lanjutnya, menunjukkan bahwa Allah adalah Tuhan yang setia menuntun dan menyertai perjalanan umat-Nya. Hal yang sama berlaku bagi kehidupan orang percaya saat ini. Ketika manusia mau menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan, maka kasih dan berkat-Nya akan senantiasa menyertai.

Di akhir khotbah, jemaat diajak untuk berefleksi secara jujur apakah sudah layak menyambut kedatangan Tuhan?. Minggu Adventus keempat menjadi saat yang tepat untuk pembaruan hidup dan pertobatan. Tuhan yang penuh cinta kasih berkenan mengampuni, memulihkan, mengangkat, dan memberkati umat-Nya.

Ibadah semakin semarak dengan pujian dari Paduan Suara Dewasa Campuran Jemaat Rehoboth serta penampilan solo oleh Rony Sahetapy. Dalam ibadah tersebut juga dilaksanakan Sakramen Baptisan Kudus bagi dua orang anak.

Pelayanan baptisan ini mengutip Matius 28:19-20: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (MCR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *