Jemaat GPM Rehoboth Letakkan Batu Penjuru Pastori II: Melangkah Dalam Kasih Karunia
REHOBOTH – Jemaat GPM Rehoboth menorehkan sejarah baru dengan melaksanakan peletakan batu penjuru pembangunan Pastori II, Sabtu (30/8/2025). Prosesi penuh sukacita ini diawali dengan ibadah yang dipimpin Pdt. Roby Hatalabessy, dan dihadiri oleh Ketua Klasis Pulau Ambon, Pdt. W. A. Beresaby, M.Th, Pimpinan Harian Majelis Jemaat (PHMJ), para Penatua, Diaken dari sektor Elim, Galelia dan Petra panitia pembangunan, serta perangkat pelayan dan warga jemaat yang ada di sektor Petra.
Prosesi sakral di lokasi pembangunan, bukan sekadar tanda awal pekerjaan, melainkan simbol iman bahwa pelayanan gereja berdiri kokoh di atas dasar Yesus Kristus.

Ketua Klasis Pulau Ambon, Pdt. W. A. Beresaby, menegaskan bahwa pembangunan Pastori bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian integral dari pertumbuhan pelayanan jemaat.
“Batu penjuru ini adalah simbol kehidupan yang kita bangun di atas dasar Yesus Kristus, Kepala Gereja. Karena itu, pembangunan jemaat harus selalu ditopang oleh kasih karunia Allah,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan Jemaat Rehoboth yang telah berusia 121 tahun untuk terus bertumbuh dalam kasih, sesuai tema pergumulan jemaat, “Bertumbuh dan Berbuah untuk Kehidupan Bersama”

Mengutip Injil Yohanes 1:16, ia menegaskan bahwa kepenuhan kasih karunia Allah harus menjadi dasar pertumbuhan iman sekaligus sikap berbagi di tengah tantangan materialisme dan kesulitan ekonomi.
Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GPM Rehoboth, Pdt. W. D. Tuhumena, M.Th menjelaskan bahwa pembangunan Pastori II menjadi kebutuhan mendesak.
“Pastori lama sudah tidak layak digunakan, sehingga diputuskan untuk dibongkar dan dibangun kembali yang lebih representatif. Dengan adanya Pastori baru, kami berharap ada penambahan pendeta agar pelayanan di wilayah jemaat yang luas ini semakin efektif,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa Pastori bukan hanya tempat tinggal hamba Tuhan, tetapi juga rumah terbuka dan rumah doa bagi jemaat. “Dengan Pastori yang layak, pendeta bisa berkonsentrasi penuh pada pelayanan sekaligus membangun kehidupan keluarga. Semua jemaat dapat datang dan merasakan kebersamaan di rumah pendeta,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan, Ventje Pattiwael, mengungkapkan bahwa Pastori II dibangun diatas lahan Pastori lama berukuran 12×8 meter. Karena itu, panitia bersama Majelis Jemaat memutuskan membangun yang lebih representatif.
“Target kami selesai dalam waktu satu setengah tahun,” ujarnya.
Pattiwael berharap kehadiran Pastori baru akan menopang pelayanan gereja, terutama karena kebutuhan mendesak akan tambahan hamba Tuhan (pdt) di Jemaat Rehoboth.

“Semoga dengan pembangunan Pastori ini, pelayanan jemaat bisa semakin menjangkau seluruh wilayah dengan baik,” tutupnya.
Bagi jemaat Rehoboth, peletakan batu penjuru ini adalah peletakan batu pengharapan. Sebuah simbol iman bahwa pelayanan tidak pernah berakhir di dinding-dinding gereja semata, tetapi tumbuh di tengah keluarga, mengakar di hati umat, dan berbuah dalam kasih yang nyata.
Pastori II bukan hanya rumah, tetapi ruang doa, tempat berangkatnya pengabdian, dan pintu terbuka bagi setiap jiwa yang mencari Tuhan. Dari batu kecil yang diletakkan hari ini, Rehoboth memandang jauh ke depan, melihat masa depan pelayanan yang lebih kokoh, hangat, dan penuh berkat.(MCR)
