Jemaat Rehoboth Diajak Tinggalkan Sikap Individualis, Hidup dalam Kasih Kristus
REHOBOTH – Jemaat Gereja Rehoboth Ambon diajak untuk tidak hidup individualistis, melainkan menampilkan kasih Kristus melalui kerja keras, ketaatan, dan teladan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan ini disampaikan Pdt. Evert Tamtelahitu dalam khotbah Minggu (21/9/2025), dengan renungan firman dari Titus 3:1-14 (Pesan-Pesan Penutup).
Menurutnya, orang Kristen harus menyadari diri sebagai bagian dari komunitas dan tubuh Kristus. Jika sibuk hanya dengan diri sendiri, maka jemaat akan kehilangan daya pesona untuk menebarkan cinta kasih.
“Hidup kita tidak boleh dikuasai hawa nafsu, iri hati, dan permusuhan, tetapi harus dipenuhi kasih Kristus. Iman sejati harus melahirkan tindakan sosial yang nyata,” tegas Pdt. Tamtelahitu.
Ia menegaskan, Rasul Paulus melalui surat kepada Titus mengingatkan agar orang percaya menjadi warga yang taat hukum, ramah, tidak suka bertengkar, serta memberi teladan bagi masyarakat. Etos kerja yang jujur, adil, dan dapat dipercaya, menurutnya, adalah wujud nyata iman Kristen dalam membangun bangsa dan daerah.
Lebih jauh, ia menegur sikap malas dan mudah terprovokasi yang kerap merusak kehidupan sosial. “Bekerja keras adalah bagian dari iman Kristen. Kehidupan beriman harus berdampak sosial, selalu menolong, menopang orang lain, dan membangun bersama,” ujarnya.
Di akhir khotbah, Pdt. Tamtelahitu mengingatkan jemaat agar menjadikan doa dan iman sebagai nyata dalam perbuatan. “Segala kerinduan kita akan tercapai melalui iman yang taat, kerja keras, kejujuran, dan pengorbanan. Doa orang Kristen harus menjadi berkat bagi banyak orang,” pungkasnya.
Kebaktian Minggu ini berlangsung khidmat dan turut diiringi paduan suara dan solois, yang semakin menguatkan pesan firman Tuhan bagi umat.
Dalam kebaktian tersebut, juga dilakukan pelantikan Libra Matihelu sebagai Koordinator Unit II Sektor Tiberias masa bakti 2025-2030, menggantikan Lis Patiiha melalui PAW, sekaligus pelepasan (ekstetasi) ke Jemaat GPM Lateri. (RMC)
