Berita

Menapaki 2026 Dengan Iman, Syukur, dan Sukacita Karena Tuhan Adalah Raja

REHOBOTH – Ibadah Minggu malam Jemaat GPM Rehoboth yang berlangsung pada Minggu, 4 Januari 2026, menjadi momentum rohani untuk meneguhkan iman jemaat di awal tahun.

Ibadah dilaksanakan dengan khidmat di Gereja Rehoboth, dengan pembacaan Firman Tuhan dari Mazmur 97:1-12 “Tuhan Adalah Raja”.

Pelayan Firman, Pdt. CH. Sapulette, dalam khotbahnya mengajak jemaat untuk mensyukuri anugerah Tuhan di usbu pertama bulan Januari 2026, seraya menyadari bahwa masih ada 51 usbu ke depan yang penuh dengan ketidakpastian.

Menurutnya, manusia tidak pernah tahu secara pasti bagaimana situasi dan kondisi hidup ke depan, namun satu hal yang pasti, Tuhan sebagai penjaga hidup tidak pernah meninggalkan umat-Nya.

Ia menegaskan bahwa rasa syukur harus menjadi dasar melangkah di tahun baru, karena Tuhan telah memelihara kehidupan umat-Nya dalam berbagai musim dan keadaan. Tahun baru, lanjutnya, adalah waktu untuk membawa harapan, doa, dan cita-cita kepada Tuhan, bukan sekadar rencana manusia, melainkan menyerahkannya dalam kehendak dan penyertaan Tuhan.

Pdt. Sapulette juga menyoroti realitas hidup di awal tahun yang kerap diwarnai dua perasaan yang bertolak belakang, harapan dan kekhawatiran. Di satu sisi, ada kerinduan akan sukacita, damai sejahtera, dan berkat bagi keluarga serta pekerjaan. Namun di sisi lain, masih ada beban masa lalu yang terbawa, persoalan yang belum selesai, luka batin, air mata, bahkan ketakutan akan masa depan. Dalam situasi itulah, jemaat diajak untuk tetap mengandalkan Tuhan dan menjalani tahun 2026 dengan sukacita serta pengharapan kepada Yesus Kristus sebagai pemelihara hidup.

Mengaitkan dengan Perjamuan Kudus yang mengawali tahun gerejawi, ia mengingatkan jemaat akan makna pengorbanan Kristus di kayu salib. Roti dan anggur yang diterima bukan sekadar simbol, tetapi undangan untuk merenungkan secara mendalam apakah kehidupan keluarga, pekerjaan, rumah tangga, dan pelayanan sungguh dijalani dalam kesadaran akan keselamatan yang telah dianugerahkan Tuhan melalui penderitaan dan kematian-Nya.

Lebih lanjut, Pdt. Sapulette menegaskan pesan Mazmur 97:1-12 bahwa Tuhan masih memelihara orang benar, karena itu umat diajak untuk bersukacita. Pernyataan “Tuhan adalah Raja” bukanlah sebuah harapan, melainkan realitas iman yang teguh: Tuhan memerintah kemarin, hari ini, dan selama-lamanya. Kasih setia-Nya tidak berubah, dan lebih besar daripada beban hidup seberat apa pun yang dialami manusia.

Ia menjelaskan bahwa keadilan dan hukum sebagai tumpuan kaki Tuhan menunjukkan bahwa dunia boleh berubah, namun pemerintahan Tuhan tetap kokoh. Oleh sebab itu, sukacita orang percaya tidak bergantung pada keadaan, melainkan pada keyakinan akan siapa yang memerintah hidup ini. Damai, sukacita, dan pengharapan sejati hanya berasal dari Tuhan.

Dalam khotbahnya, Pdt. Sapulette juga menekankan bahwa sukacita sejati tidak diukur dari materi semata. Dalam setiap situasi, umat diajak untuk tetap bersukacita, memulai perubahan dari hati, dan tidak mendukacitakan sesama dalam bentuk apa pun. Semua kuasa lain, termasuk yang diagungkan manusia, tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan Tuhan, karena semuanya tunduk kepada-Nya.

Menutup khotbahnya, ia mengajak jemaat untuk sepenuhnya mempercayakan hidup kepada Tuhan. Ketika hidup diserahkan kepada-Nya, hal yang mustahil dapat menjadi mungkin. Orang yang setia berjalan bersama Tuhan akan diuji, namun bila bertahan sampai akhir, mahkota kehidupan akan dianugerahkan.

Karena itu, jemaat diajak menjadikan Allah sebagai penuntun hidup, melangkah dengan iman, bersukacita, dan senantiasa menaikkan nyanyian syukur kepada Tuhan sebab Ia baik.

Ibadah Minggu malam tersebut semakin penuh penghayatan melalui pujian-pujian yang dilantunkan oleh Maje Voice, yang menuntun jemaat dalam suasana penyembahan dan ucapan syukur kepada Tuhan.

Dalam ibadah tersebut juga dilakukan penandatanganan akta pelepasan dan penerimaan AMGPM Ranting Tiberias oleh Pengurus Daerah AMGPM Pulau Ambon. Akta tersebut menegaskan pembubaran AMGPM Cabang Rehoboth II. Sebelumnya, AMGPM Ranting Tiberias berada dalam pengawasan dan pembinaan Pengurus Daerah AMGPM Pulau Ambon, dan selanjutnya digabungkan ke dalam wilayah administratif AMGPM Cabang Rehoboth III.

Penyerahan akta dilakukan oleh Pengurus Daerah AMGPM Pulau Ambon kepada Ketua AMGPM Cabang Rehoboth III, yang kemudian diakhiri dengan pemberkatan.

Ibadah pun diakhiri dengan doa dan berkat, meneguhkan jemaat untuk melangkah pulang dengan hati penuh sukacita, iman yang diteguhkan, serta pengharapan baru dalam penyertaan Tuhan. (MCR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *