Menatap 2026 dengan Keyakinan: Tuhan Penjaga Dalam Persiarahan Hidup
REHOBOTH – Jemaat Gereja Rehoboth memulai langkah di tahun 2026 dengan penuh keyakinan melalui Ibadah Taong Baru yang berlangsung khidmat, Kamis (1/1/2026).
Nyanyian pujian dan doa syukur mengalun, mengiringi persekutuan umat yang menyerahkan perjalanan hidup setahun ke depan dalam tangan Tuhan.
Ibadah dipimpin oleh Pendeta W. D. Tuhumena dengan bacaan firman dari Mazmur 121:1-8 bertema “Tuhan Penjaga Israel”. Firman ini menjadi dasar penguatan iman jemaat untuk menatap tahun baru sebagai sebuah persiarahan hidup bersama Allah.
Dalam khotbahnya, Pdt. Tuhumena mengajak jemaat terlebih dahulu bersyukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun 2025. Menurutnya, oleh kasih setia Tuhan, umat telah dituntun dengan selamat hingga memasuki “anak tangga pertama” di tahun 2026.
“Tahun baru selalu hadir dengan harapan baru. Namun sebagai orang beriman, hidup bukan sekadar rangkaian waktu, melainkan sebuah persiarahan bersama Tuhan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa Mazmur 121 merupakan mazmur persiarahan yang dinyanyikan umat Israel dalam perjalanan menuju Bait Allah di Yerusalem. Dalam perjalanan itu, mereka menghadapi berbagai ancaman dan tantangan, sehingga melayangkan pandangan ke gunung-gunung untuk mencari pertolongan. Namun pemazmur dengan tegas menyatakan bahwa pertolongan sejati hanya datang dari Tuhan, Pencipta langit dan bumi.
“Gunung dapat melambangkan bahaya, berhala, atau kekuatan manusia. Semua itu tidak dapat diandalkan. Pertolongan sejati hanyalah dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi,” tegasnya.
Mengaitkan firman dengan konteks kehidupan masa kini, Pdt. Tuhumena menuturkan bahwa tahun 2026 diprediksi penuh dengan tantangan dan ketidakpastian. Namun umat Tuhan diingatkan untuk tidak menggantungkan hidup pada kekuatan diri sendiri atau kekuatan di luar Tuhan, melainkan bersandar sepenuhnya kepada Allah yang dikenal dan disembah di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Ia menegaskan bahwa memasuki tahun baru harus diawali dengan pengakuan iman akan ketergantungan total kepada Tuhan. Sebab hanya Tuhanlah penjaga sejati yang tidak pernah terlelap atau lalai.
“Penjaga manusia bisa lelah dan tertidur, tetapi Tuhan kita tidak pernah lengah. Ketika kita lemah, Tuhan tetap terjaga dan setia menjaga langkah-langkah kita,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menguraikan janji pemeliharaan Tuhan bagi umat-Nya. Tuhan digambarkan sebagai naungan yang memberi perlindungan, keteduhan, dan keamanan yang sempurna. Dalam terang maupun gelap, siang maupun malam, Tuhan tetap menyertai umat-Nya dengan perlindungan yang bersifat kekal.
Mengutip Mazmur 121 ayat 7 dan 8, Pdt. Tuhumena menegaskan bahwa Tuhan menjaga keluar dan masuk umat-Nya, menjaga nyawa, tubuh, jiwa, serta pertumbuhan iman dari sekarang sampai selama-lamanya.
Menutup khotbahnya, ia mengajak seluruh jemaat untuk melanjutkan persiarahan hidup di tahun 2026 dengan kerendahan hati, menyadari kelemahan dan keterbatasan manusia, serta menyerahkan seluruh kehidupan kepada Tuhan Sang Penjaga sejati.
“Hanya dalam perlindungan Tuhan kita dapat menjalani tahun 2026 dengan aman, damai, dan menikmati pemeliharaan serta berkat-Nya yang sempurna,” pungkasnya.
Ibadah Taong Baru ini menjadi momentum rohani bagi Jemaat Gereja Rehoboth untuk menatap tahun 2026 dengan iman yang teguh, pengharapan yang hidup, dan keyakinan penuh kepada Tuhan yang setia menjaga persiarahan hidup umat-Nya. (MCR)
