Menutup 2025 dengan Syukur, Jemaat Rehoboth Sambut 2026 dalam Pembaruan Iman
REHOBOTH – Jemaat Gereja Rehoboth menutup perjalanan tahun 2025 melalui Ibadah Syukur Akhir Tahun (Kunci Taong) yang berlangsung dengan ungkapan syukur di Gereja Rehoboth, Rabu malam (31/12/2025). Ibadah ini menjadi ruang refleksi iman sekaligus momentum pembaruan hati dalam menyongsong tahun pelayanan yang baru, 2026.
Ibadah diawali dengan bunyi lonceng gereja sebanyak tiga kali sebagai tanda dimulainya ibadah. Jemaat berdiri, suasana hening menyelimuti jemaat saat para pelayan memasuki ruang ibadah, dilanjutkan dengan pelayan firman menyalakan Lilin Kristus sebagai simbol terang Tuhan yang menuntun kehidupan umat di setiap zaman.
Rangkaian ibadah dibuka dengan votum dan salam, dilanjutkan puji-pujian melalui mazmur “Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik.” Jemaat kemudian diajak masuk dalam perenungan dan pengakuan dosa, sebagai bentuk refleksi atas perjalanan hidup selama setahun penuh, baik dalam keberhasilan maupun kegagalan.
Anugerah pengampunan dosa disampaikan sebagai peneguhan iman bahwa di dalam kasih dan kesetiaan Allah, umat beroleh pengampunan melalui Yesus Kristus. Jemaat diingatkan untuk hidup menjauhi kejahatan, saling mengasihi, serta memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai sejahtera sebagai wujud hidup yang diperbarui.
Firman Tuhan dibacakan dari Mazmur 66:1-20 tentang nyanyian syukur atas pertolongan Allah. Dalam khotbahnya, Pendeta J. Ruhulesin mengajak jemaat mensyukuri penyertaan Tuhan yang telah menghantarkan umat-Nya hingga ke “halte terakhir” tahun 2025.

Ia mengilustrasikan hidup sebagai sebuah lukisan dan sajak, di mana setiap orang turut memberi warna dalam perjalanan hidupnya. Menurutnya, sepanjang 2025 umat telah melewati beragam pengalaman, sukacita dan kesedihan, keberhasilan dan kegagalan, bahkan berbagai krisis sosial, keluarga, dan iman. Namun, di tengah semua itu, tangan Tuhan tetap setia menuntun.
“Apapun pengalaman kita sepanjang 2025, mari bersimpuh di hadapan Tuhan. Mukjizat terbesar dalam hidup adalah nafas. Selama masih ada nafas, kita diberi kesempatan untuk memperbaiki hati dan hidup,” tegasnya.
Pendeta Ruhulesin juga mengingatkan jemaat untuk meninggalkan catatan kelam tahun 2025, kebencian, kecemasan, konflik, dan arogansi, serta menulis sejarah baru melalui pembaruan budi, sikap, dan moral. Ia menegaskan bahwa tahun baru tidak akan sungguh menjadi baru tanpa perubahan hidup yang nyata.

Memasuki tahun 2026, jemaat diajak belajar dari Mazmur 66 tentang kesetiaan Allah yang nyata dalam setiap badai kehidupan. Iman, katanya, bukan sekadar pengakuan lisan, tetapi keberanian untuk mempercayakan seluruh hidup kepada Tuhan, terutama di tengah tantangan dan ketidakpastian.
Ibadah semakin bermakna dengan persembahan pujian dari Paduan Suara Perempuan Jemaat Rehoboth, serta pembacaan in memoriam bagi para pelayan dan anggota jemaat yang telah berpulang sepanjang tahun 2025.
Ibadah Syukur Akhir Tahun ditutup dengan doa syafaat, diakhir Doa Bapa Kami, dan berkat pengutusan, sebagai tanda kesiapan jemaat melangkah ke tahun 2026 dengan iman yang diperbarui, hati yang bersyukur, dan pengharapan yang teguh kepada Tuhan yang setia menyertai sepanjang perjalanan hidup. (MCR)
