Berita

Natal Kemitraan Galilea dan HUT ke-30 Wadah Pelayanan Perempuan, Seruan Menjadi Pembawa Damai Sejahtera

REHOBOTH – Perayaan Natal Kemitraan Wadah Pelayanan Laki-Laki dan Wadah Pelayanan Perempuan Sektor Galilea dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 Wadah Pelayanan Perempuan Sektor Galilea berlangsung penuh sukacita.

Ibadah syukur ini dilaksanakan di Aula UKIM, Minggu (21/12/2025), dan dipimpin oleh Pendeta Dory Uktolseja.

Dalam refleksi Firman Tuhan yang diambil dari Matius 1:18-25 tentang Kelahiran Yesus Kristus, ia menegaskan bahwa dua momentum penting ini, Natal Kemitraan Perempuan dan Laki-Laki Sektor Galilea serta HUT ke-30 Perempuan Galilea menjadi alasan kuat bagi umat untuk bersyukur atas keselamatan yang dianugerahkan Allah melalui Yesus Kristus.

Perayaan yang berlangsung pada Minggu Adventus keempat ini sekaligus mengingatkan umat untuk terus memperbaharui diri dalam menyambut kedatangan Kristus.

Ia menekankan bahwa tema “Natal Kristus Menghadirkan Damai Sejahtera” tidak berhenti pada perayaan seremonial, tetapi harus terwujud dalam seluruh aspek kehidupan.

Natal, katanya, menghadirkan damai sejahtera bagi semua. Keteladanan Yusuf yang berkomitmen melindungi dan menghargai Maria dipandang sebagai gambaran ideal kemitraan laki-laki dan perempuan. Komitmen ini diharapkan menjadi dasar kerja sama warga Sektor Galilea untuk dipakai Tuhan sebagai agen pembawa damai sejahtera Allah, baik dalam keluarga, persekutuan, maupun kehidupan sehari-hari.

Ketua Komisi Kemitraan Sektor Galilea, Ampi Tuanakotta, menyampaikan sukacita atas pelaksanaan Natal Kemitraan dan peringatan HUT ke-30 Wadah Pelayanan Perempuan Sektor Galilea.

Menurutnya, momentum ini merupakan ekspresi iman yang menandai semangat pekabaran Injil dan persekutuan yang hidup di dalam Kristus.

Ia menegaskan bahwa damai sejahtera adalah karya Allah bagi manusia, yang dimulai dari pribadi, bertumbuh dalam keluarga, lalu terpancar ke tengah persekutuan dan masyarakat. Karena itu, damai sejahtera harus dimaknai sebagai “pakung” atau fondasi yang berawal dari hati setiap orang percaya.

Sementara itu, Ketua Bakopel Sektor Galilea, Diaken Netty Tutupary, mengatakan bahwa Natal Kemitraan yang dirayakan bersama ini mengusung tema “Natal Kristus Menghadirkan Damai Sejahtera bagi Semua.”

Ia menjelaskan bahwa selain Natal Kemitraan, perayaan ini juga berada dalam suasana syukur atas usia 57 tahun Perempuan Jemaat GPM Rehoboth yang diperingati pada 19 Desember, serta HUT ke-30 Wadah Pelayanan Perempuan Sektor Galilea pada 21 Desember.

Menurutnya, tema Natal menjadi pesan penting bagi kemitraan laki-laki dan perempuan untuk menjadi pembawa damai di tengah kehidupan keluarga dan masyarakat. Sebagai mitra, kebersamaan harus terus dipelihara dalam menciptakan kedamaian, kasih, dan kepedulian bagi sesama. Semua itu, katanya, dilaksanakan dengan semangat cinta kasih, pengharapan, dan damai sejahtera.

Ia juga menambahkan bahwa peringatan 57 tahun Perempuan Jemaat GPM Rehoboth dan 30 tahun Perempuan Sektor Galilea merupakan ungkapan syukur sekaligus harapan bagi keberlanjutan pelayanan, terutama dalam keluarga sebagai basis utama pelayanan gereja.

Harapannya, perempuan-perempuan Rehoboth dan Laki-Laki Galilea terus menjadi pelayan setia dan pendoa bagi keluarga serta orang-orang yang dikasihi di mana pun berada.

Ketua Wadah Pelayanan Perempuan Sektor Galilea, Juliana Souissa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perjalanan pelayanan selama 30 tahun hanya dapat dilalui oleh pertolongan Tuhan.

Dengan terus mengandalkan Tuhan dan berdamai dengan-Nya, Wadah Pelayanan Perempuan dan Laki-Laki Galilea diharapkan tetap menjadi alat perdamaian di tengah jemaat dan masyarakat.

Ia mengakui adanya keterbatasan dan kelemahan, namun dengan keyakinan iman, pihaknya memohon topangan doa dari hamba Tuhan, majelis jemaat, serta seluruh perangkat wadah pelayanan perempuan dan laki-laki agar pelayanan dapat terus berjalan dan berkarya demi kemuliaan nama Tuhan.

Dalam perayaan Natal Kemitraan ini, jemaat juga menghadirkan pelayanan sebagai bentuk nyata perwujudan iman dan kasih Natal. Pelayanan tersebut dilakukan sebagai ungkapan syukur atas anugerah keselamatan di dalam Yesus Kristus, sekaligus sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab iman untuk saling melayani dalam kemitraan laki-laki dan perempuan. Melalui pelayanan ini, semangat Natal tidak hanya dirayakan dalam ibadah, tetapi diwujudkan dalam tindakan kasih yang membawa damai sejahtera bagi sesama. (MCR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *