Berita

Pdt Paays: Percaya kepada Tuhan, Jalan Keselamatan Bagi Seisi Rumah

REHOBOTH – Ibadah Minggu malam, 18 Januari 2026, di gereja Rehoboth berlangsung khidmat dan penuh perenungan iman. Ibadah dipimpin oleh Pendeta J. Paays dengan pembacaan Alkitab dari Kisah Para Rasul 16:19-34 yang mengangkat kisah “Kepala Penjara Filipi”, sebuah narasi iman tentang percaya dan keselamatan di tengah belenggu penderitaan.

Dalam khotbahnya, Pendeta J. Paays menegaskan tema Minggu ini, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, maka engkau dan seisi rumahmu akan selamat.” Menurutnya, terdapat dua kata kunci yang menonjol dari tema dan bacaan tersebut, yakni percaya dan selamat.

Ia menjelaskan bahwa percaya bukan sekadar pengakuan lisan, melainkan keyakinan yang sungguh-sungguh dan diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Apa yang sungguh-sungguh kita percayai, itulah yang akan kita kejar dan alami dalam hidup,” ujarnya.

Ia mencontohkan secara sederhana, bahwa kepercayaan yang salah akan membawa manusia pada ketakutan, namun iman yang benar kepada Tuhan akan membawa pada keselamatan.

Pendeta Paays menegaskan bahwa keselamatan orang percaya berakar pada iman kepada Yesus Kristus dan sepenuhnya merupakan anugerah Allah yang memelihara kehidupan. Ia mengutip sejumlah ayat Alkitab, antara lain Yesaya 30:16, Lukas 8:50, dan Roma 10:9, untuk menekankan makna percaya sebagai dasar keselamatan.

Kisah Paulus dan Silas di penjara Filipi, lanjutnya, menjadi bukti nyata kuasa iman. Di tengah belenggu, fitnah, dan penindasan, mereka tidak kehilangan pengharapan, melainkan tetap berdoa dan memuji Allah. Karena iman itulah, keselamatan Allah dinyatakan, bukan hanya bagi Paulus dan Silas, tetapi juga bagi kepala penjara dan seisi rumahnya.

Ia menggambarkan Filipi sebagai kota yang sarat dengan kekuasaan Romawi, tempat Injil Kristus berhadapan langsung dengan struktur kekuasaan dan kepentingan ekonomi. Ketika kepentingan ekonomi terganggu, manusia kerap menghalalkan segala cara, bahkan menindas yang lemah.

“Ketika ‘piring makan’ terganggu, orang bisa berbuat apa saja,” ungkapnya, seraya menyoroti realitas ketidakadilan yang sering menimpa orang kecil.

Namun, Injil Kristus, katanya, membuka mata mereka yang berkuasa. Kepala penjara yang semula berada dalam struktur kekuasaan, akhirnya tersungkur di hadapan otoritas Allah. “Yang lemah diangkat, yang terbelenggu dibebaskan, dan yang percaya dijadikan berkat,” tegasnya.

Pendeta Paays menekankan bahwa masalah dan belenggu hidup sering kali justru menjadi jalan keselamatan, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain. Dari bacaan Alkitab tersebut, ia menyimpulkan dua hal besar: kasih dan keselamatan. Kasih Allah yang dinyatakan melalui Yesus Kristus, yang rela menderita dan mati, menjadi jalan menuju keselamatan umat manusia.

Ia juga menyoroti realitas kehidupan masa kini yang diwarnai krisis iman, relasi, dan kasih, bahkan dalam lingkup keluarga. Rumah tangga, yang seharusnya menjadi ruang aman, kerap menjadi tempat terjadinya kekerasan dan luka batin. Dalam situasi itu, umat dipanggil untuk tetap percaya kepada Tuhan, bekerja keras, berdoa dengan sungguh-sungguh, dan hidup dalam integritas.

“Sering kali manusia ingin melihat dulu baru percaya. Tetapi iman sejati menuntut kita percaya lebih dahulu, seperti kepala penjara Filipi yang akhirnya bertanya: apa yang harus aku perbuat supaya aku selamat,” ujarnya.

Ibadah semakin semarak dengan pujian dari Paduan Suara Remaja-Pemuda Jemaat Rehoboth yang mengiringi umat dalam suasana doa dan sukacita.

Dalam ibadah tersebut juga dilaksanakan Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Kepala Bagian Pengembangan Organisasi dan Administrasi GPM. Momentum ini menjadi penegasan bahwa pelayanan gereja adalah wujud tanggung jawab iman kepada Kristus, yang dijalani dengan bekerja sungguh-sungguh, berdoa, dan berjalan bersama Tuhan.

“Bekerja dengan jujur, melayani dengan setia, itulah doa yang hidup. Dari rumah, keluarga, hingga gereja, biarlah semua menjadi ruang kesaksian tentang kasih dan keselamatan Allah,” pungkas Pendeta Paays.(MCR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *