Persaudaraan Seiman Terjalin di Calvary: Koinonia Tiga Sektor, Satu Tubuh Kristus
REHOBOTH – Dalam semangat persaudaraan seiman yang hangat dan penuh makna, Wadah Pelayanan Laki-Laki Sektor Fillia Jemaat GPM Sola Scriptura Banda, bersatu dalam persekutuan bersama Wadah Pelayanan Laki-Laki Sektor Calvary dan Eirene Jemaat GPM Rehoboth.
Pertemuan penuh sukacita itu berlangsung dalam ibadah bersama di Gereja Calvary, Selasa malam (29/7/2025), dipimpin Ketua Majelis Jemaat GPM Rehoboth, Pdt. W.D. Tuhumena. Tujuannya bukan hanya untuk memuliakan Tuhan, tetapi juga mempererat relasi persaudaraan di antara para laki-laki Gereja lintas Sektor dan Jemaat.
Ibadah ini bukan sekadar pertemuan rohani, melainkan sebuah Koinonia persekutuan yang menjadi inti dari catur panggilan Gereja. Sebuah bentuk nyata dari panggilan untuk bersekutu, saling mengenal, saling menopang, dan bersama membangun kehidupan pelayanan laki-laki Gereja yang lebih hidup dan bermakna.

Sekretaris Majelis Jemaat GPM Rehoboth, Penatua Charles. L. Kastera menyampaikan, Koinonia memiliki tujuan utama mempererat hubungan persaudaraan antar jemaat, khususnya antar laki-laki Gereja. Ia menegaskan pentingnya kesadaran kolektif bahwa laki-laki Gereja adalah orang-orang yang telah dipanggil dan diselamatkan oleh Tuhan, sehingga harus hidup dalam kasih dan pelayanan yang nyata. “Kita sadar, dinamika Gereja kadang menggembirakan, kadang memprihatinkanTapi dari kegiatan ini, kita semakin giat memupuk dan mempererat hubungan sebagai laki-laki Gereja,” katanya. Ia berharap Koinonia ini tidak berhenti di sini. Mungkin nanti ada kononia balasan. Yang penting terus belajar dan menjadikan momen ini sebagai kekuatan membangun jemaat.

Pdt. Win Soplanit, Ketua Majelis Jemaat GPM Sola Scriptura Banda, menyebut Koinonia sebagai bagian utuh dari panggilan Gereja untuk bersekutu.
“Koinonia adalah perwujudan dari panggilan untuk bersekutu. Maka kami bersyukur bisa bertemu dengan sektor Calvary dan Eirene jemaat GPM Rehoboth. Kami belajar dari pengalaman pelayanan mereka dan akan membawa semangat ini kembali ke jemaat kami,”ungkapnya sembari menyampaikan dalam persekutuan dengan Tuhan, tetap satu. Dan dalam kesatuan itu, saling menguatkan.
Ditempat yang sama, Ketua Wadah Pelayanan Laki-Laki Eirene, Izaac Latuperissa, menekankan pentingnya pelayanan Laki-Laki gereja sebagai ruang pertumbuhan iman dan kebersamaan laki-laki Gereja dari segala usia. Moment seperti ini, menurutnya sangat dirindukan. Semua ingin saling mengenal dan memahami bahwa wadah laki laki adalah wadah yang penting, bukan hanya bagi orang tua, tetapi seluruh laki-laki Gereja.
“Kegiatan ini sangat positif. Kita saling mendukung dan membangun pelayanan bersama. Karena Kepala Gereja kita hanya satu Tuhan,”ucapnya.

Juliaans Marantika, Ketua Wadah Pelayanan Laki-Laki Calvary, menggaris bawahi pentingnya hubungan antar jemaat sebagai kekuatan membangun pelayanan yang utuh.
“Kita tidak hidup untuk diri sendiri. Lewat Koinonia ini, kita membangun jembatan kasih dan persaudaraan,”ujarnya. Ia berharap dari kegiatan ini, bisa terus berjalan bersama, memperkokoh persekutuan, dan semakin kuat sebagai laki-laki Gereja. Ongen Latuihamallo, Ketua Wadah Laki laki Sektor Fillia Jemaat GPM Sola Skriptura Banda, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah awal dari relasi yang lebih erat dan pelayanan yang lebih dalam.
“Tujuan kegiatan ini adalah menjalankan Koinonia, memperkuat persaudaraan seiman, serta mendapatkan ide dan masukan serta saling berbagi pengalaman untuk memperkaya pelayanan. Harapannya, ini bukan malam terakhir. Kita terus bersekutu, bersama Tuhan Yesus,”cetusnya.

Dalam suasana kekeluargaan yang akrab, Wadah Pelayanan Laki-Laki Sektor Fillia turut menjual makanan khas seperti manisan pala, karas-karas (cakar-cakar), dan kue terompong. Aktivitas ini menjadi simbol kecil, namun penuh makna, bahwa dalam setiap perjumpaan, selalu ada ruang untuk berbagi kasih dan kebaikan.(TMC)
