Berita

Saling Mendengar Adalah Tanda Kedewasaan Rohani

REHOBOTH – Ibadah Minggu Jemaat GPM Rehoboth, Minggu (12/10/2025), berlangsung dalam suasana penuh khidmat dan syukur. Firman Tuhan hari itu terambil dari Kisah Para Rasul 15:1-21 tentang Sidang di Yerusalem, yang disampaikan oleh Pdt. J. E. Tamtelahitu.

Dalam khotbahnya, Pdt. Tamtelahitu menegaskan bahwa sidang di Yerusalem menghasilkan keputusan yang meneguhkan iman dan memperkuat persekutuan umat Tuhan. Ia menekankan bahwa dalam sidang tersebut tidak ada pihak yang kalah atau menang, sebab yang diutamakan adalah kesatuan Tubuh Kristus.

“Sidang sinode di Yerusalem menghasilkan keputusan yang meneguhkan iman dan memperkuat persekutuan. Tidak ada yang kalah atau menang, yang ada adalah Tubuh Kristus yang makin bersatu dan solid,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pdt. Tamtelahitu menjelaskan bahwa sidang sinode bukan sekadar pertemuan administratif, melainkan peristiwa rohani di mana seluruh warga Gereja menegaskan arah kebijakan pelayanan dan kesaksian bersama. Hal ini, katanya, relevan bagi Gereja Protestan Maluku (GPM) yang akan menggelar Sidang Sinode GPM pada 19–26 Oktober mendatang.

“Sidang sinode adalah peristiwa iman. Melalui sidang, Gereja menegaskan arah pelayanan dan kesaksian bersama. Melalui sidang sinode, suara umat harus didengar, bukan suara pemimpin,” tegasnya.

Ia mengingatkan, Gereja harus menjadi teladan dalam mendengarkan suara umat dan bukan membangun zona nyaman bagi para pemimpin. Sidang Sinode, katanya, merupakan bukti bahwa Gereja sedang mendengarkan suara Roh Kudus dan bukan sekadar logika organisasi.

“Ingatlah, saling mendengar bukan tanda kelemahan, tetapi tanda kedewasaan rohani. Gereja yang dewasa adalah Gereja yang tidak cepat menilai, tetapi menimbang dengan kasih dan kebijaksanaan. Jemaat yang dewasa adalah mereka yang mendengar sebelum berbicara, mendoakan sebelum menilai, dan mencintai sebelum menolak,” tutur Pdt. Tamtelahitu.

Dalam bagian akhir khotbah, ia menggambarkan persekutuan Gereja yang hidup dalam keharmonisan seperti sebuah paduan suara.

“Ketika setiap anggota paduan suara mulai mendengarkan satu sama lain, suara mereka akan berubah menjadi harmoni yang indah. Demikian pula Gereja; ketika kita mau mendengar satu sama lain dan tunduk kepada pimpinan Kristus sebagai Kepala Gereja, maka suara GPM dan suara jemaat-jemaat akan menjadi nyanyian syukur tentang kasih Kristus di tengah dunia,” ujarnya.

Ibadah Minggu GPM Rehoboth juga diisi dengan kidung pujian dari Paduan Suara Sektor Sinai, serta pelayanan Sakramen Baptisan Kudus kepada dua anak terkasih, Nazarel Danilo Ferdinand dan Gloria Tuhumila, sebagai tanda penerimaan mereka dalam persekutuan umat percaya.

Ibadah ditutup dengan doa syukur dan ajakan bagi seluruh jemaat untuk mempersiapkan diri secara rohani menghadapi Sidang Sinode GPM dengan hati yang mendengar dan penuh kasih, agar Gereja terus hidup dalam semangat persaudaraan, kedewasaan iman, dan kesatuan dalam Kristus. (RMC)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *