Berita

Tak Lagi Hanya untuk Mahasiswa, Klinik UKIM Siap Layani Warga Sekitar: Jemaat Rehoboth Sambut Gembira

REHOBOTH – Suasana aula Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), Minggu (31/8/2025), terasa hangat setelah ibadah Minggu usai dipimpin Pdt. Ny. C.H. Hetharia. Jemaat yang hadir tidak hanya mengikuti kebaktian, tetapi juga mendapat informasi penting, Klinik UKIM akan membuka pelayanan kesehatan secara lebih luas, tidak hanya untuk mahasiswa dan civitas akademika, tetapi juga untuk masyarakat sekitar.

Sosialisasi itu disampaikan oleh Pdt. Ny. C.H. Hetharia bersama tim tenaga medis UKIM, yang menekankan komitmen kampus untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah diakses oleh warga.

Dokter Nona Huliselan, menjelaskan bahwa keberadaan fasilitas kesehatan ini sebenarnya sudah lama ada. Namun, selama ini hanya melayani mahasiswa dan civitas akademika.

“Baru pada Februari 2022 Klinik UKIM kembali diaktifkan setelah memperoleh izin operasional. Dan syukur, pada April 2025 klinik sudah lulus akreditasi, lalu Juni kami menerima sertifikasi resmi,” ungkap Huliselan.

Saat ini, pihaknya sedang dalam proses pengurusan kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Jika sudah diverifikasi, maka Klinik UKIM akan dapat memberikan layanan kesehatan yang lebih lengkap, termasuk pelayanan kebidanan, gigi, umum, hingga instalasi gawat darurat (IGD).

Sambil menunggu status kerja sama BPJS, Klinik UKIM tetap membuka diri. Konsultasi dokter dilakukan setiap Selasa dan Kamis dari pagi hingga pukul 13.00 WIT, dengan konsultasi gratis.

“Kalau konsultasi memang gratis, tapi kalau ada obat yang dibutuhkan pasien, itu masih harus dibeli. Begitu juga dengan pemeriksaan skrining kolesterol, gula darah, dan asam urat. Kolesterol Rp25 ribu sekali pemeriksaan, sementara gula darah dan asam urat masing-masing Rp15 ribu, bahkan bisa membuat rujukan bahkan ke luar daerah,” jelas Huliselan.

Selain itu, Klinik UKIM sudah memiliki izin untuk menjual obat-obatan dengan harga yang lebih terjangkau dibanding apotek di luar. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu lagi pergi jauh untuk membeli obat.

Fasilitas pelayanan di Klinik UKIM ditunjang oleh tenaga kesehatan yang lengkap. Terdapat empat dokter umum dan gigi, bidan, perawat, apoteker, serta asisten apoteker.

“Jadi masyarakat tidak perlu ragu, karena tenaga medis di Klinik UKIM siap melayani dengan kualitas baik,” tambah Huliselan.

Dokter Lita Tarumalesi menambahkan bahwa kehadiran Klinik UKIM tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pelayanan promotif dan preventif.

“Kami ingin lebih menekankan pada pencegahan. Jadi masyarakat bisa memanfaatkan layanan skrining, penyuluhan kesehatan, dan konsultasi awal yang memang kami sediakan secara gratis. Kalau ada tindakan medis lebih lanjut, tentu ada biaya sesuai kebutuhan,” jelas Tarumalesi.

Kehadiran Klinik UKIM mendapat sambutan baik dari warga sekitar, khususnya jemaat GPM Rehoboth. Ketua Sub Seksi Pelayanan Kesehatan Jemaat GPM Rehoboth, Penatua Poli Rahayaan, menyampaikan apresiasi atas langkah UKIM membuka akses pelayanan ini.

“Dengan adanya klinik ini, warga jemaat dan masyarakat sekitar jadi lebih mudah mendapatkan pelayanan kesehatan. Kita menyambut baik, dan berharap jemaat memanfaatkannya sebaik mungkin,” kata Rahayaan.

Klinik UKIM kini menjadi bukti nyata bahwa kampus bukan hanya pusat pendidikan, tetapi juga hadir bagi masyarakat dengan kepedulian yang nyata. Melalui pelayanan kesehatan ini, UKIM berharap bisa memberi kontribusi besar bagi kesejahteraan masyarakat, sekaligus menghadirkan wajah gereja dan perguruan tinggi yang bersinergi untuk melayani kehidupan.(RMC)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *