Tim Litbang GPM Rehoboth Evaluasi Program Lima Tahunan, Siapkan Renstra Berbasis Kebutuhan Jemaat
REHOBOTH – Tim Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Jemaat GPM Rehoboth menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Program Lima Tahunan sebagai bagian dari upaya menyiapkan Rencana Strategis (Renstra) pelayanan yang berbasis pada kebutuhan nyata jemaat.
Kegiatan ini berlangsung di Gedung Gereja Bukit Sion, Batu Gantung Ganemo, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Sabtu (27/12/2025).
Rakor dan evaluasi tersebut dihadiri oleh Pimpinan Harian Majelis Jemaat (PHMJ), para ketua seksi, sub seksi dan sekretaris, serta ketua-ketua koordinator unit dan wadah pelayanan di lingkungan Jemaat GPM Rehoboth. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama untuk menilai capaian program pelayanan selama lima tahun terakhir.
Usai kegiatan, Ketua Tim Litbang, Prof. Dr. Eky Puturuhu, SE., M.Si menjelaskan bahwa evaluasi dilakukan secara menyeluruh terhadap program-program jemaat yang telah di-breakdown ke dalam seksi dan sub seksi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya variasi capaian program, mulai dari yang belum sesuai dengan Renstra, sudah sesuai namun belum mencapai target, hingga program yang telah mencapai bahkan melampaui target.
“Evaluasi ini penting karena dari sinilah kita menyusun Renstra ke depan. Renstra yang dibuat harus mengacu pada hasil evaluasi agar program pelayanan benar-benar tepat sasaran dan menjawab kebutuhan jemaat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, hasil evaluasi tersebut menjadi informasi strategis bagi PHMJ dan Majelis Jemaat dalam merancang program-program pelayanan selanjutnya. Program yang diprioritaskan adalah program yang diyakini mampu menjawab persoalan pelayanan jemaat serta memiliki peluang besar untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
Lebih lanjut, Prof Eki menyoroti koordinasi sebagai salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan program ke depan.
Menurutnya, sebaik apa pun perencanaan yang disusun, tanpa koordinasi yang kuat antar perangkat pelayanan, program tidak akan berjalan optimal.
“Koordinasi menjadi faktor penting. Program yang baik harus ditopang oleh kerja bersama yang terkoordinasi,” tegasnya.
Selain koordinasi, ia juga menekankan perlunya keseriusan dan komitmen dari Majelis Jemaat hingga pengurus perangkat pelayanan di tingkat sektor dan unit. Pelayanan, menurutnya, harus dilaksanakan dengan kerelaan dan semangat pengabdian sebagai wujud syukur atas berkat Tuhan.
“Pelayanan ini bukan paksaan, melainkan kerelaan. Dari situ kita melayani Tuhan melalui pelayanan yang nyata di tengah jemaat,” pungkasnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan ucapan terima kasih serta doa penutup yang dipimpin oleh Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPM Rehoboth, Pdt. Boy Tuhumena, sebagai ungkapan syukur dan penyerahan seluruh hasil evaluasi kepada Tuhan.
