Phill Meno Latumerissa: Dari Rehoboth ke Sinode, Melayani Dengan Hati, Membangun Dengan Iman
REHOBOTH – Itawaka, 23 Juni 1969, di desa yang dikelilingi laut dan cahaya kasih, seorang anak Maluku lahir dan tumbuh dalam semangat pelayanan yang tak pernah padam. Ia bernama Phill Meno Latumerissa, S.Pd.
Kini, di usia matang dan dalam langkah penuh syukur, Penatua Phill dipercaya menjadi salah satu anggota Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM periode 2025-2030, hasil pemilihan dalam Sidang Sinode ke-39 GPM yang berlangsung di Gereja Maranatha, Ambon, Sabtu (25/10/2025).
Bagi banyak orang yang mengenalnya, terpilihnya Penatua Phill bukanlah kejutan, melainkan buah dari perjalanan panjang, penuh ketekunan, dan kesetiaan dalam pelayanan. Ia bukan tipe pemimpin yang suka tampil di depan, tetapi langkahnya selalu meninggalkan jejak yang nyata di setiap bidang yang disentuhnya.
Akar Pelayanan dari Rehoboth
Jemaat GPM Rehoboth menjadi tanah subur tempat iman dan panggilan pelayanannya bertumbuh. Di jemaat ini, Penatua Phill belajar arti melayani dengan hati dan membangun dalam kebersamaan.
Sejak tahun 2010, ia telah dipercaya menjadi Ketua Wadah Laki-Laki Sektor Tiberias selama dua periode berturut-turut (2010-2015 dan 2015-2020), lalu menjadi Ketua PHBG Jemaat Rehoboth (2015-2020).
Ia juga memimpin panitia pembangunan Pastori Jemaat Rehoboth tahun 2010, sebuah proyek yang dijalankan bukan hanya dengan tenaga, tetapi dengan doa dan gotong royong seluruh jemaat.
Setelah itu, tanggung jawabnya makin luas. Ia duduk sebagai Wakil Ketua Partisipasi Pembangunan (Parpem) GPM (2010-2015), kemudian terpilih menjadi Majelis dan dipilih menjadi Wakil Ketua Jemaat GPM Rehoboth untuk dua masa pelayanan (2020-2025 dan 2025-2030), serta anggota Majelis Pekerja Klasis (MPK) Pulau Ambon (2020-2025 dan 2025-2030).
“Pelayanan bukan soal posisi, tapi soal kesediaan hati,” ujarnya suatu kali kepada rekan pelayan di Rehoboth. Kalimat sederhana itu menjadi cermin dari karakter yang membumi, pemimpin yang lebih banyak bekerja dalam diam daripada bicara dalam gemuruh.
Dari Gerakan Pemuda hingga Pelayanan Sinodal
Jauh sebelum dikenal di aras jemaat dan klasis, Phill sudah terbentuk oleh semangat organisasi. Ia aktif di Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), mulai dari Ketua Komisariat FKIP (1994-1996), Sekretaris Cabang GMKI Ambon (1996-1998), hingga Pengurus Pusat GMKI (1998-2000).
Dari GMKI, ia belajar kepemimpinan yang kritis namun berakar pada iman. Ia juga aktif di AMGPM Ranting Soar Jemaat Poka, memperkuat komitmennya pada generasi muda gereja.
Jaringan pelayanan dan pengalaman panjang ini membentuknya menjadi sosok yang kuat secara karakter dan luas dalam wawasan, seorang strong leader dengan vision of service yang jelas: gereja yang berdiri di tengah dunia dengan kasih dan kerja nyata.
Refleksi Seorang Pelayan
Ketika namanya disebut dalam daftar terpilih MPH Sinode GPM 2025-2030, Phill tidak menampakkan euforia berlebihan. Ia hanya menatap lantai gereja Maranatha yang menjadi saksi langkah imannya.
“Ini bukan soal kehormatan, tapi soal tanggung jawab yang makin besar,” katanya pelan.
Baginya, pelayanan sinodal bukan sekadar jabatan, melainkan panggilan untuk memastikan GPM tetap hadir sebagai gereja yang melayani, memberdayakan, dan menyuarakan keadilan di tanah Maluku yang diberkati Tuhan.
Dari sektor kecil di Rehoboth hingga ruang besar di Sinode, perjalanan ini adalah kisah tentang kesetiaan, tentang seorang pelayan yang memulai dari bawah, tetapi terus berjalan karena satu hal: cinta yang besar kepada Tuhan dan Gereja-Nya. (RMC)
